Disbunak Lambar Ajukan Lima Petani Jadi Dokter Kakao

DAERAH, LAMPUNG BARAT341 Dilihat

LAMPUNG BARAT-Untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam meningkatkan produktivitas kakao, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Lampung Barat, mengajukan lima petani kakao mengikuti pelatihan ‘dokter kakao’.

Hal itu dikatakan Kadisbunak Kabupaten Lampung Barat (Lambar), Yudha Setiawan melalui Kabid Perkebunan, Sumarlin saat ditemui dalam Musrenbang tingkat Kecamatan di Desa Sukamulya Kecamatan Pagar Dewa, Rabu (16/02/2022).

“Petani Kakao yang kita ajukan, adalah petani yang aktif dan konsisten melakukan budidaya Kakao,” ujarnya.

Sumarlin mengatakan, Disbunak berupaya memfasilitasi para petani Kakao untuk mengikuti pelatihan dokter kakao ke Wildlife Conservation Society (WCS) di Provinsin Sulawesi Selatan.

Dijelaskannya, lima petani Kakao yang diajukan ke WCS, berasal dari Pekon Tugu Ratu Kecamatan Suoh yang merupakan daerah penghasil Kakao di Kabupaten Lambar yakni, Sambodo, Edi Santoso, Suprapto, Imam Basori dan Rohimin.

Menurut Sumarlin, setelah lulus dari pelatihan, nantinya lima petani Kakao akan mendapatkan gelar dokter kakao yang tugasnya mendampingi petani lainnya dalam mengembangkan dan meningkatkan hasil produksi kakao di daerah setempat.

“Tugas mereka, membantu mendampingi para petani dalam mengelola, mengembangkan serta meningkatkan produktivitas Kakao agar petani lebih sejahtera,” ujarnya.

Ditambahkannya, saat ini Disbunak Lambar telah mengajukan 5 petani yang mengikuti pelatihan di WCS. Namun, kemungkinan akan bertambah sesuai dengan usulan dari masing-masing kelompok tani yang ada di Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh (BNS).

“Kita berharap, akan lebih dari 5 sehingga nanti masing-masing pekon memiliki 1 dokter kakao, yang mampu mendampingi petani lainnya dalam meningkatkan produktivitas Kakao,” pungkasnya. (Riyan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *