PALEMBANG – Aroma cat mulai memenuhi sudut rumah Karyono di Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang. Di tengah aktivitas Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0418/Palembang, sapuan kuas pada dinding menjadi penanda bahwa proses panjang rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) itu mulai mendekati garis akhir.
Tak sekadar memperbarui warna dinding, pengecatan menjadi sentuhan akhir dari rangkaian pekerjaan rehabilitasi pada Sasaran 8 program fisik TMMD Ke-129. Rumah yang sebelumnya membutuhkan perbaikan kini perlahan tampil lebih rapi dan layak, sekaligus menghadirkan harapan baru bagi keluarga Karyono.
Pekerjaan dimulai setelah personel Satgas mengikuti apel pagi. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan personel, pembagian tugas, serta pemantapan pekerjaan yang akan dilakukan di sejumlah sasaran TMMD.
Usai apel, personel bergerak menuju lokasi RTLH Karyono. Pekerjaan finishing dilanjutkan dengan pengecatan dinding secara bertahap. Kuas bergerak dari satu bagian ke bagian lainnya, sementara sejumlah personel memastikan permukaan dinding tertangani dengan rapi.
Pada tahap ini, ketelitian menjadi bagian yang tak kalah penting dari kecepatan. Setiap bagian dinding diperiksa agar hasil pengecatan terlihat bersih dan merata. Sebab, bagi Satgas TMMD, penyelesaian pekerjaan bukan hanya soal rumah cepat selesai, tetapi juga bagaimana hasilnya benar-benar memberikan kenyamanan kepada penerima manfaat.
Rehabilitasi RTLH Karyono merupakan bagian dari upaya TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang menghadirkan manfaat yang langsung dirasakan masyarakat. Program tersebut tidak berhenti pada pembangunan fisik semata, tetapi membawa pesan tentang kepedulian dan kebersamaan antara TNI dengan warga.
Dansatgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan percepatan terus dilakukan agar rumah yang direhabilitasi dapat segera digunakan dan ditempati dengan lebih nyaman oleh pemiliknya.
“Melalui program TMMD ini, kami berupaya memberikan hunian yang lebih layak bagi masyarakat. Semangat gotong royong antara TNI dan warga menjadi kekuatan utama dalam mempercepat penyelesaian setiap sasaran fisik,” ujarnya.
Bagi Karyono, perubahan itu bukan sekadar terlihat pada dinding yang kini mendapatkan lapisan cat baru. Rumah yang dibenahi menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan tempat tinggal yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi keluarga.
Di situlah makna rehabilitasi RTLH menemukan arti yang lebih luas. Rumah bukan hanya bangunan yang memiliki dinding, atap, pintu dan jendela. Ia menjadi tempat keluarga berteduh, beristirahat, berkumpul, sekaligus membangun kehidupan sehari-hari.
Karena itu, setiap tahapan rehabilitasi dikerjakan dengan perhatian terhadap kualitas. Dari pekerjaan struktur hingga finishing, Satgas terus memantau progres di lapangan agar hasil yang diberikan tidak sekadar selesai secara administratif, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Kolonel Erik menegaskan bahwa rehabilitasi RTLH merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Kehadiran Satgas di tengah warga diharapkan mampu memperkuat semangat gotong royong sekaligus memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
Pengecatan dinding yang kini dilakukan pun menjadi lebih dari sekadar pekerjaan akhir. Ia menjadi semacam tanda bahwa sebuah rumah sedang bersiap memasuki babak baru—dari hunian yang membutuhkan banyak pembenahan menjadi tempat tinggal yang lebih layak dan nyaman.
Di Talang Jambe, proses itu berlangsung melalui kerja bersama. Setiap sapuan kuas menyempurnakan bagian rumah yang telah dibangun dan diperbaiki sebelumnya. Hingga akhirnya, ketika pekerjaan benar-benar rampung, yang tersisa bukan hanya rumah dengan tampilan lebih baik, tetapi juga cerita tentang gotong royong yang mempertemukan TNI dan masyarakat dalam satu tujuan: menghadirkan kehidupan yang lebih layak. (Bro Adi)






