PALEMBANG – Pagi di Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, Minggu (2/8/2026), terasa berbeda. Di tengah aktivitas warga, puluhan personel TNI tampak sibuk di sekitar sebuah bangunan sederhana yang perlahan berubah menjadi fasilitas penting bagi lingkungan.
Ada yang memegang kuas dan mengecat dinding. Sebagian lainnya membersihkan halaman dan merapikan area di sekitar bangunan. Tidak banyak suara selain aktivitas pekerjaan yang dilakukan secara bergotong royong.
Bangunan itu adalah Pos Keamanan Lingkungan (Pos Kamling), salah satu sasaran fisik dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0418/Palembang.
Bagi Satgas TMMD, pekerjaan tersebut bukan sekadar menyelesaikan sebuah bangunan. Pos Kamling diharapkan menjadi bagian dari kehidupan warga Talang Jambe, tempat masyarakat dapat berkumpul, berkomunikasi sekaligus bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.
Sebelum pekerjaan dimulai, personel Satgas terlebih dahulu mengikuti apel pagi. Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan personel sekaligus membagi tugas sesuai pekerjaan yang akan dilaksanakan.
Setelah apel selesai, sebanyak 50 personel TNI dari Yonif TP 950 bergerak menuju lokasi. Pekerjaan kemudian difokuskan pada tahap penyelesaian, mulai dari pengecatan dinding Pos Kamling hingga membersihkan lingkungan di sekitarnya.
Sapuan kuas yang menyentuh dinding bukan hanya memperbarui tampilan bangunan. Di balik pekerjaan sederhana tersebut terdapat harapan agar fasilitas yang dibangun melalui program TMMD dapat segera dimanfaatkan dan dirawat bersama oleh masyarakat.
Dansatgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan pembangunan Pos Kamling memiliki manfaat yang lebih luas dari sekadar menghadirkan sebuah bangunan fisik.
“Pembangunan Pos Kamling ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan ketertiban lingkungan. Namun yang tidak kalah penting, keberadaan Pos Kamling juga dapat menjadi sarana untuk mempererat komunikasi dan kebersamaan masyarakat,” ujar Kolonel Arh Erik Novianto.
Menurutnya, keamanan lingkungan tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat. Peran aktif masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana lingkungan yang aman, nyaman dan kondusif.
Karena itu, Pos Kamling diharapkan dapat menjadi ruang bersama bagi warga untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkuat semangat gotong royong.
“Semangat gotong royong yang ditunjukkan personel Satgas bersama masyarakat merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin membangun bukan hanya sarana fisik, tetapi juga kebersamaan dan kepedulian masyarakat,” katanya.
Bagi Satgas TMMD, setiap sasaran pembangunan memiliki cerita dan manfaatnya masing-masing. Jalan yang dibangun membuka akses, fasilitas air bersih membantu kebutuhan masyarakat, sementara Pos Kamling diharapkan menjadi titik tumbuhnya kepedulian warga terhadap keamanan lingkungan.
Di Talang Jambe, pembangunan itu kini hampir sampai pada tahap akhir. Cat yang menempel di dinding dan lingkungan yang semakin rapi menjadi tanda bahwa fasilitas tersebut semakin dekat untuk digunakan.
Namun, setelah personel Satgas meninggalkan lokasi dan program TMMD berakhir, tantangan berikutnya berada di tangan masyarakat.
Sebab, sebuah Pos Kamling tidak akan berarti banyak tanpa kepedulian warga yang menghidupkannya. Dari tempat sederhana itu, diharapkan tumbuh komunikasi, kepedulian, dan kebersamaan dalam menjaga lingkungan.
Itulah salah satu makna yang ingin ditinggalkan Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang di Talang Jambe: pembangunan yang tidak berhenti pada bangunan, tetapi berlanjut menjadi kekuatan sosial di tengah masyarakat.
Semangat gotong royong yang hadir selama proses pembangunan pun menjadi gambaran bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar slogan, melainkan hadir melalui kerja bersama dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat. (Bro Adi)






