Perpustakaan Keliling Hidupkan Semangat Literasi Santri, Dukung Program Tubaba Cerdas

TULANG BAWANG BARAT – Deretan buku tersusun rapi di dalam mobil perpustakaan keliling yang terparkir di halaman Pondok Pesantren Darul Hidayah Al Anshori, Panaragan Jaya Indah, Rabu (5/8/2026).

Satu per satu santri bergantian memilih buku, membacanya, lalu mengantre untuk meminjam.

Bagi anak-anak usia dini, lembar-lembar gambar yang siap diwarnai menjadi media belajar yang tak kalah menarik.

Pemandangan itu menjadi potret bahwa minat membaca dapat tumbuh ketika akses terhadap buku semakin mudah dijangkau.

Melalui layanan perpustakaan keliling, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) menghadirkan ruang literasi langsung ke lingkungan pondok pesantren.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tubaba melalui Sekretaris Dinas, Restu, yang hadir didampingi Kepala Bidang Deposit, Pengembangan Koleksi, Layanan, dan Pelestarian, Jasev Eibhtyarwar, S.Pi.

Tak sekadar membawa koleksi bacaan, petugas juga membuka layanan pembuatan kartu anggota perpustakaan sehingga para siswa dapat terus memanfaatkan layanan perpustakaan di kemudian hari.

Khusus bagi siswa Raudhatul Athfal (RA), kegiatan dipadukan dengan latihan mewarnai sebagai sarana mengenalkan dunia literasi sejak usia dini.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Sebanyak 120 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs), 109 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan 46 anak RA mengikuti pelayanan tersebut. Banyak di antara mereka memanfaatkan kesempatan untuk membaca di lokasi maupun membawa pulang buku pinjaman.

Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tubaba, Restu, mengatakan layanan perpustakaan keliling merupakan salah satu cara menghadirkan perpustakaan lebih dekat dengan masyarakat, terutama bagi kalangan pelajar.

“Pelayanan perpustakaan keliling ini kami lakukan untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Kami ingin layanan perpustakaan tidak hanya menunggu masyarakat datang, tetapi hadir langsung ke sekolah dan pondok pesantren agar budaya membaca semakin berkembang,” kata Restu saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (5/8/2026).

Ia menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Kabupaten Tubaba Tubaba Cerdas, yang menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas pembangunan.

Menurut Restu, membangun budaya literasi bukan semata-mata menyediakan buku, melainkan menghadirkan pengalaman membaca yang menyenangkan. Dengan pendekatan itu, perpustakaan diharapkan tidak lagi dipandang sebagai tempat yang kaku, melainkan ruang belajar yang akrab dan diminati oleh anak-anak maupun masyarakat luas.

Melalui pelayanan yang menjangkau berbagai wilayah, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan berharap semakin banyak generasi muda Tubaba yang menjadikan membaca sebagai kebiasaan. Dari kebiasaan itulah lahir pengetahuan, daya pikir kritis, dan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan masa depan.(ist) .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *