PALEMBANG – Senyum Sumilah kini tampak lebih lepas. Perempuan yang telah puluhan tahun menetap di Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang, itu tak lagi dihantui atap rumah yang bocor ketika hujan turun.
Rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung bersama keluarga perlahan berubah menjadi hunian yang jauh lebih layak. Plafon telah terpasang, dinding sudah diplester dan dicat, sementara bagian dapur juga telah diplamir.
“Alhamdulillah, saat ini dak bocor lagi. Sudah dipasang plafon, sudah diplester dan lebih bagus lagi sudah dicat. Dapur juga sudah diplamir. Terima kasih banyak, kami senang sekali sudah dibantu,” ujar Sumilah saat menceritakan perubahan kondisi rumahnya setelah mendapat bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui program TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang.
Rumah Sumilah merupakan sasaran ke-6 program TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, yang berada di RT 19 RW 05, Kelurahan Talang Jambe.
Bagi Sumilah, rumah tersebut bukan sekadar bangunan tempat tinggal. Di dalamnya tersimpan perjalanan panjang kehidupan dan kenangan bersama keluarga.
Rumah itu diwarisinya dari sang suami yang telah meninggal dunia pada 2016. Sejak saat itu, Sumilah menjalani kehidupan bersama keluarga dengan segala keterbatasan yang ada.
Kini, Sumilah tinggal bersama tiga anggota keluarga lainnya, yakni anak, menantu dan cucunya.
Perempuan yang telah menetap di Talang Jambe sejak 1987 itu dahulu bekerja sebagai buruh pencetak batu bata. Sementara sang suami bekerja sebagai buruh servis sepeda.
Dari pernikahannya, Sumilah dikaruniai enam orang anak. Di usia yang tidak lagi muda, ia kini lebih banyak menggantungkan kebutuhan hidup kepada salah seorang anaknya yang berjualan di sekolah di kawasan Talang Jambe.
Kehidupan sederhana itu membuat kondisi rumah menjadi bagian penting dalam kesehariannya. Ketika rumah mengalami kerusakan, terutama saat hujan datang, rasa khawatir tentu tak mudah dihindari.
Namun, melalui program TMMD ke-129, kondisi tersebut perlahan berubah.
Rumah yang sebelumnya memiliki berbagai keterbatasan kini tampil lebih rapi, bersih dan nyaman. Plafon telah terpasang, dinding telah diplester dan dicat, serta dapur diperbaiki dengan plamir.
Perubahan fisik itu mungkin terlihat sederhana. Tetapi bagi Sumilah, hasil rehabilitasi tersebut memiliki arti yang jauh lebih besar: sebuah tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman untuk menjalani hari-hari bersama keluarga.
Kini, program rehab RTLH rumah Sumilah telah memasuki tahap akhir pengerjaan.
Di balik selesainya sebuah bangunan, terselip cerita tentang kepedulian, gotong royong dan harapan. TMMD bukan hanya menghadirkan perubahan pada wajah rumah, tetapi juga menghadirkan rasa bahagia bagi warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan rehabilitasi RTLH merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi rumah warga agar menjadi lebih layak huni, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Sasaran fisik berupa rehab RTLH ini merupakan bentuk kepedulian TNI kepada rakyat dan upaya membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat, sekaligus membangun kemanunggalan TNI dan rakyat,” ujar Erik.
Bagi Sumilah, bantuan tersebut akan menjadi bagian dari kenangan yang akan terus melekat. Setelah puluhan tahun menjalani kehidupan sederhana di Talang Jambe, kini ia memiliki rumah yang lebih nyaman untuk ditempati bersama anak, menantu dan cucunya.
Tak ada lagi kekhawatiran yang sama ketika hujan turun.
Yang tersisa adalah rasa syukur dan sebuah senyum sederhana dari seorang ibu yang merasa diperhatikan.
Sebab, bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan, sebuah rumah yang tidak lagi bocor bukan sekadar bangunan yang diperbaiki. Ia adalah tempat untuk kembali, tempat keluarga berkumpul, sekaligus ruang untuk menaruh harapan tentang hari esok. (Bro Adi)






