TULANGBAWANG BARAT – Tubaba Festival Art (TAF) edisi ke 6 dan mengusung tema “SELF&SPACE” yang akan di helat pada besok hari pada tanggal 4-6 November 2022, bakal menyajikan berbagai pertunjukan yang sangat luar biasa dan menarik. Salah satunya anak-anak potensial dari sekolah seni Tubaba dan akan mementaskan seni teater “Bunian”.
Hal tersebut disampaikan Direktur Sekolah Seni Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Semi Ikra Anggara, saat melakukan konferensi pers di Kafe Space Nughik, Komplek Uluan Nughik, Kecamatan Tulangbawang Tengah (TbT), Kamis (3/11/2022).
Diketahui, sosok Bunian merupakan sebuah makhluk mitologi yang sering diucapkan oleh mantan Bupati Tubaba periode 2017-2022, Umar Ahmad saat menyampaikan sambutan diberbagai acara.
” Teater anak adalah karya yang durasi penciptaanya paling panjang dalam festival ini, bocah-bocah berusia 6-15 tahun berlatih hampir satu tahun demi mementaskan lakon “Bunian” sebuah lakon pendidikan karakter yang memunculkan watak hantu baik yang mengajarkan respek, sopan santun, solidaritas dan kecintaan terhadap lingkungan,” ujarnya kepada wartawan.
Ia menjelaskan, teater ini ramai dengan tarian, musik dan permainan aktor-aktornya yang natural. Sedangkan pameran Seni Rupa Anak, kembali akan memamerkan karya “Perjalanan Karet”, sebuah karya seni rupa lintas media berdasarkan riset kehidupan sehari-hari masyarakat petani karet di Tubaba.
Ia mengatakan, beberapa karya berupaya membuat terobosan estetika; karya tari Site Specifik akan dipentaskan di pasar ikonik besutan Andra Matin, Pasar Pulung Kencana. Para penari memungut berbagai tanda yang terhampar dari ruang dan fenomena pasar lantas dipresentasikan melalui vocabulari gerak hasil temuan mereka sendiri;
Selain beberapa karya tersebut, lanjutnya, masih banyak beberapa penampilan kesenian, workshop dan lokakarya. Di antaranya adalah: pameran keramik di Studio Tanoh Nughik, peluncuran buku antologi puisi-cerpen siswa-siswi Tubaba, pertunjukan musik dari Jogja kembali, sebuah kelompok musik Hibrida yang digawangi mahasiswa dan mahasiswi Tubaba yang sedang menempuh pendidikan seni musik di kota Jogjakarta, pemutaran film karya komunitas, dan beberapa lokakarya.
Perlu diketahui, kata Semi, TAF yang keenam ini tidak diselenggarakan Sekolah Seni bersama dengan Pemkab Tubaba. Tapi diselenggarakan oleh Sekolah Seni Tubaba atau yayasan pendidikan seni dan ekologi sendiri.
” Kami mendapatkan dana hibah seberapa Rp400 juta. Untuk menyelenggarakan kegiatan ini,” kata dia.
Diketahui, kegiatan TAF yang ke enam ini diproyeksikan terwujud secara trilogis, diadakan dari tahun 2022, 2023, dan berakhir di 2024. Dengan mengusung tema utama “SELF & SPACE”, festival ini meneguhkan dua hal yaitu persoalan diri dan ruang: hubungan antara seseorang dan hunian yang saling membentuk dan dibentuk.
Kegiatan ini pun akan digelar secara tersebar di berbagai venue: Kota Budaya Uluan Nughik, Tiyuh-tiyuh, Studio Tanoh Nughik, Bioskop Bekas Sinar Jaya, Sessat Agung Bumi Gayo Ragem Sai Mangi Wawai dan Pasar Pulung Kencana.(*/hol/ta)






