PESAWARAN-Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo mengunjungi Museum Transmigrasi di Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung.
Kedatangan Gubernur Ganjar bersama isteri disambut langsung Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona, di Museum Transmigrasi Desa Bagelen, Kecamatan Gedongtataan, Jumat (21/01/2022).
Bahkan, kedatangan orang nomor satu di Provinsi Jateng tersebut, menjadi pusat perhatian masyarakat Pesawaran yang ikut menyambut bersama Bupati Dendi.
Kali ini, kunjungan Gubernur Ganjar untuk meninjau museum yang menampilkan peninggalan program transmigrasi pertama kali pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1905 silam.
Hubungan historis antara Provinsi Lampung khususnya Kabupaten Pesawaran, dan Jateng memang telah terjalin sejak lama, karenanya Gubernur Ganjar mengunjungi wilayah yang memiliki moto Bumi Andan Jejama itu.
Kedatangan Gubernur Ganjar disambut dengan berbagai pertunjukan diantaranya, tarian Lampung, tabuhan rebana, komunitas sepeda onthel serta gelaran kuda lumping (Jathilan).
Untuk diketahui, Museum Transmigrasi merupakan salah satu tempat yang mengabadikan sejarah transmigrasi di Indonesia. Bahkan, Museum Transmigrasi ini, disebut pertama dan satu-satunya yang ada di dunia.
Ternyata, alasan pemerintah membangun Museum Transmigrasi di Desa Bagelen, karena alasan historis.
Mnurut sejarah, di Desa Bagelen terdapat 23 kepala keluarga (KK) yang hijrah ke Lampung kali pertama, bahkan sejak masa pemerintah Kolonial Hindia Belanda.
Museum ini, mulai dibangun pada 12 Desember 2004 bertepatan pada Hari Bhakti Transmigrasi ke-54. Dan, peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Gubernur Lampung ke-9 yakni, Sjachroedin ZP.
Saat ini, Museum Transmigrasi memiliki sekitar 254 koleksi diantaranya, alat pertukangan, alat rumah tangga, alat pertanian, peralatan dapur, alat kesenian, alat penangkap ikan, foto-foto dokumentasi, pakaian adat, dan dan musik Bali.
Bahkan, Museum Transmigrasi memiliki 11 anjungan yakni, anjungan dari Bali, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Suriname.
Semua anjungan, kecuali Suriname dan Lampung merupakan daerah asal warga transmigran. (Indra)






