LAMPUNG SELATAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menggelar Hari Kunjung Perpustakaan, di Lapangan Tennis Indoor Kecamatan Kalianda, Rabu (03/11/2021)
Bupati Lampung Selatan (Lamsel), Nanang Ermanto menyatakan, Hari Kunjung Perpustakaan diharapkan dapat meningkatkan pemberdayaan perpustakaan daerah, dan menumbuh kembangkan budaya baca masyarakat khususnya bagi para pelajar dan kalangan mahasiswa.
“Dengan banyak membaca, tentunya akan menambah ilmu pengetahuan, informasi dan wawasan ilmu lainnya yang dapat diperoleh dalam buku-buku perpustakaan,” ujarnya.
Nanang mengatakan, semua pihak pasti pernah mendengar istilah Buku adalah Jendela Dunia. Artinya, dengan banyak membaca buku kita dapat menambah wawasan dan mengetahui perkembangan peristiwa yang terjadi di seluruh belahan dunia manapun.
“Istilah tersebut masih sangat relevan, walau saat ini jendela informasi dunia bisa mudah dilihat dan dibaca hanya dengan akses internet,” imbuhnya.
Namun dengan demikian, lanjut Nanang, minat membaca buku harus tetap ditingkatkan untuk melatih pola pikir masyarakat agar bisa membedakan informasi yang real dan hoax, karena diera digital seperti saat ini, segala jenis berita dan informasi bertebaran sangat cepat di dunia maya dan siapapun dapat mengaksesnya, baik anak-anak, remaja maupun orang tua.
“Harus kita akui dengan semakin canggihnya teknologi digital saat ini, minat kunjungan masyarakat ke perpustakaan sangat minim, yang pada akhirnya minat baca masyarakat terhadap buku-buku perpustakaan juga menurun,” tukasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lamsel, Qorinilwan menyatakan, kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka merangsang peningkatan minat baca masyarakat setempat, khususnya kalangan pelajar. Sehingga dapat menjadikan kegiatan membaca sebagai gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari.
Selain itu, kata Qorinilwan, kegiatan itu dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan daya saing para pelajar di Lampung Selatan, sehingga mampu tampil ke depan sebagai calon-calon penerus pelopor kemajuan bangsa Indonesia.
“Selain itu, ini dapat menjadi pemicu kebiasaan membaca sebagai salah satu bagian dari peradapan masyarakat di Lamsel,” tandasnya. (*)






