LAMPUNG BARAT-Untuk meningkatkan hasil produksi pertanian, dan perkebunan di Kabupaten Lampung Barat (Lambar), dan untuk menjaga kesetabilan lahan, agar tetap subur dan produktif, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPH) mendorong petani untuk memproduksi pupuk Organik.
Kabid Tanaman Pangan Onni Violetta Saragi di ruang kerjanya, Kamis (13/01/2022) saat di konfirmasi terkait Program dan kegiatan tahun 2022 mengatakan, pihaknya akan mengadakan sosialisasi dan pembinaan terhadap kelompok tani agar dapat memanfaatkan limbah pertanian atau perkebunan untuk dijadikan pupuk organik.
“Tahun ini, melalui bidang tanaman pangan memprioritaskan kegiatan dengan melibatkan kelompok tani agar dapat memanfaatkan pupuk organik menggunakan bahan baku dari limbah yang ada di lingkungan petani dengan tujuan agar lahan petani tetap produktif dan subur serta untuk meringankan biaya produksi bagi petani,” kata Oni Violetta.
Selain itu, dijelaskan Oni melalui Sekolah Lapang Pupuk Organik tahun 2022 diharapkan akan berkembang keseluruh petani, agar menggunakan pupuk hasil produksi sendiri karena dengan tidak menggunakan pupuk kimia kesuburan lahan petani akan terjaga dengan biaya produksi lebih rendah.
Ditanya tentang hasil produksi Padi di Kabupaten Lambar, Oni mengatakan hasil produksi padi mengalami penurunan yang disebabkan banyaknya lahan beralih fungsi.
“Tahun 2020, lahan pertanian masih mencapai 11.436 hektare. Namun, tahun 2021 mengalami penyusutan menjadi 10.465 hektare,” ujar Oni.
Ditambahkannya, penyusutan lahan produksi padi, karena banyak lahan yang beralih fungsi ke bidang perikanan.
“Menurut petani, bidang perikanan lebih menguntungkan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan adanya faktor-faktor lain sehingga lahan produksi padi berkurang,” pungkas Oni.(Riyan)






