LAMPUNG BARAT-Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (BBTNBBS), menerjunkan empat pawang gajah untuk mengatasi konflik gajah di Kecamatan Suoh, dan Bandar Negeri Suoh (BNS) Kabupaten Lampung Barat (Lambar).
Diketahui, kawanan gajah sebanyak 18 ekor yang kerap disebut kelompok bunga, dan jambul kerap kali memasuki pemukiman, dan merusak fasilitas warga.
Kepala TNBBS Resort Suoh, Sulki mengatakan, selain 4 orang ahli pawang gajah pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Wildlife Response Unit (WRU) dari Wildlife Conservation Society (WCS), serta melibatkan Satuan Tugas (Satgas) penanganan Konflik Gajah Kecamatan Suoh dan BNS.
“Kita akan menerjunkan 4 pawang gajah (Mahout), juga akan berkoordinasi dengan WRU,WCS serta melibatkan Satgas untuk menggiring kawanan gajah masuk kembali menuju hutan,” ujarnya, Selasa (22/03/2022).
Sulki mengatakan, penggiringan dilakukan sejak pukul 09:00 WIB, di awali dengan penggiringan kawanan gajah kelompok bunga menuju gunung ayem.
“Kita sudah berkoordinasi, dengan camat dan peratin mengimbau warganya yang memiliki lahan sekitaran TNBBS, untuk sementara tidak melakukan aktifitas guna menghindari hal-hal yang tidak di inginkan,” tambahnya.
Ia mengatakan, wilayah yang sering dimasuki kawanan gajah yakni, Pekon Bumi Hantatai, Gunung Ratu dan Sukamarga sehingga masyarakat di wilayah tersebut diimbau agar tidak melakukan aktifitas di lahan garapan.
“Kita berharap, proses penggiringan bisa berjalan dengan lancar, sehingga masyarakat tidak merasa khawatir, dan terlaksana sesuai harapan,” imbuhnya.
Namun, kata Sulki, kendala dalam penggiringan nantinya, diantaranya masalah cuaca dan terpecahnya kelompok dari 18 ekor ini.
“Saat cuaca hujan, maka akan menimbulkan resiko yang dapat membahayakan petugas, dan juga kawanan gajah terpecah menjadi dua kelompok sehingga tidak bisa dilakukan penggiringan sekaligus,” pungkasnya. (Riyan)







