Karang Taruna Pekon Geringan Bentuk Panitia Sekura Cakak Buah

LAMPUNG BARAT-Kabupaten Lampung Barat (Lambar), kaya akan kearifan lokal. Salah satunya, pesta budaya Sekura Cakak Buah yang digelar setiap Hari Raya Idhul Fitri, secara bergantian antara pekon yang satu dengan yang lain.

Ketua Karang Taruna Pekon Geringan, Frendi Romadhon mengatakan, pihaknya telah membentuk panitia yang diikuti oleh tokoh adat dan tokoh masyarakat.

“Pembentukan panitia Sekura ini, karena suksesnya pelaksanaan pesta budaya Sekura Cakak Buah peran semua pihak. Karang Taruna, atau muli-mekhanay (bujang-gadis) hanya sebagai motor penggerak dan pelaksana,” jelas Frendi, Jumat (08/04/2022).

Ketua karang taruna Pekon Geringan, Frendi Romadhon.

Dikatakannya, dalam rapat pembentukan panitia memutuskan bahwa Pekon Geringan mengambil jadwal pelaksanaan pesta rakyat pada 4 Syawal 1443 H, dengan persiapan sementara empat batang pinang.

“Kami berupaya, pesta rakyat ini terlaksan meriah. Persiapan sementara, 4 batang pinang, dengan hadiah menarik seperti busana anak-anak hingga dewasa, sepeda, TV, dan beberapa hadiah perlengkapan rumah tangga,” ujar Frendi.

Sementara itu, Peratin Pekon Geringan, Sofyan Hadi saat dihubungi melalui ponselnya, membenarkan bahwa muli-mekhanay yang tergabung dalam
Karang Taruna Pekon Geringan telah mengadakan rapat, dan menyusun panitia pesta budaya Sekura Cakak Buah.

“Mohon doa, semoga rencana kegiatan Karang Taruna berjalan sesuai harapan,” ujarnya.

Ditempat terpisah, Ketua Karang Taruna Kabupaten Lambar, Ahmad Ali Akbar menjelaskan, Sekura Cakak Buah merupakan warisan budaya turun temurun, yang diadakan pada moment hari raya Idul Fitri.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Lampung Barat, Ahmad Ali Akbar.

“Pesta budaya Sekura Cakak Buah ini, telah dinantikan oleh masyarakat Lambar, karena lama terhenti dampak dari pandemi Covid-19. Tahun ini, akan dilaksanakan kembali, tentunya kabar gembira bagi masyarakat Lambar,” kata Akbar.

Menurutnya, pesta budaya Sekura Cakak Buah dapat mempererat kebersamaan seluruh elemen masyarakat sekaligus menjalin silaturahmi antar sesama.

“Saya mengimbau, untuk suksesnya kegiatan pesta budaya setiap 1 tahun sekali tersebut, anggota Karang Taruna agar bekerjasama dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan semua pihak, serta tetap menjaga protokol kesehatan (Prokes) secara ketat,” tandasnya. (Riyan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *