Tradisi Malaman Pitu Likugh, Meriahkan Ramadan Lambar

DAERAH, LAMPUNG BARAT636 Dilihat

LAMPUNG BARAT-Antusias masyarakat merayakan budaya malaman 7 likukh atau malam ke-27 ramadan dalam menyambut hari raya idul fitri sekaligus wujud menyambut kemenangan dalam menjalan kan ibadah puasa.

Malaman Pitu (7) likukh, merupakan tradisi turun temurun bagi masyarakat skala brak merupakan moment sakral yang dilaksanakan bertepatan pada 27 puasa.

Budaya unik ini dilakukan masyarakat skala brak secara serentak, simbol terlaksana nya malaman 7 likukh ditandai dengan menyusun batok kelapa lalu dibakar dihalaman masing masing rumah penduduk.

Seperti halnya di Pekon (Desa) Canggu Kecamatan Batu Brak, ratusan batok kelapa yang di susun lalu di bakar di halaman rumah penduduk membuat semarak budaya malaman pitu likukh semakin meriah.

Bukan hanya itu masyarakat juga beramai-ramai menyalakan kembang api dan mercon sebagai bentuk kebahagiaan dalam menyambut datangnya hari raya idul fitri.

Sigit, salah satu warga mengatakan kegiatan malaman pitu likukh memang rutin digelar setiap tahun nya pada bulan Ramadan. Hal tersebut sebagai bentuk rasa syukur dan kebahagiaan dalam menyambut hari raya idul fitri.

“Ini merupakan budaya yang sudah ada sejak lama sebagai ungkapan rasa bahagia dan syukur masyarakat dalam menyambut datang nya hari raya idul fitri, sehingga bisa di bilang kegiatan ini merupakan agenda wajib yang harus dilakukan setiap tahun nya,” ujarnya, Kamis (28/04/2022).

Namun Sigit mengatakan ada sedikit perubahan dari tahun-tahun sebelumnya pada pelaksanaan malaman pitu (7) likukh akhir-akhir ini, dimana dulu biasanya masyarakat berkeliling beramai-ramai untuk merayakan malam yang sakral bagi masyarakat Lampung Barat tersebut.

“Namun kini sudah jarang ditemukan masyarakat yang berkeliling, mungkin karena seiring berjalan nya waktu masyarakat lebih ingin menghabiskan malaman pitu likukh dengan keluarga dirumah di banding berkeliling,” terangnya.

Selain itu bertepatan pada malaman 7 likukh tidak sedikit masyarakat yang melakukan acara Do’a bersama yang bertujuan untuk mendo’akan para orang tua, anggota keluarga dan pendahulu yang telah meninggal dunia, serta do’a bersama memohon yang diberikan yang terbaik dari sang pencipta.

Malaman pitu likukh merupakan 1 dari budaya yang rutin dilakukan pada saat bulan Ramadan di Lampung Barat, begitu banyak budaya menarik yang ada di Bumi sekala Brak tersebut tinggal bagaimana masyarakat bisa mempertahankan budaya yang telah ada secara turun temurun tersebut. (Riyan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *