LAMPUNG BARAT-Masyarakat mengeluhkan lambannya penanganan sampah yang berada di Ruas Jalan Nasional Lintas Liwa, di perbatasan Pekon Kota Besi-Canggu Kabupaten Lampung Barat (Lambar).
Pasalnya, tiga hari pasca libur lebaran tumpukan sampah masih belum di evakuasi oleh pihak terkait. Sedangkan, dampak yang ditimbulkan sangat mengganggu aktifitas masyarakat setempat ataupun pengendara yang melintas.
Salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengatakan, sampah tersebut sudah menumpuk sepekan setelah hari Raya Idul Fitri, dan mayoritas tumpukan tersebut berasal dari sampah rumah tangga serta sampah tumbuh-tumbuhan.
“Tak sedap di pandang mata apa lagi ini jalan nasional, malu kita kalau ada tumpukan sampah yang hampir memenuhi setengah badan jalan seperti ini, apa lagi bau menyengat yang ditimbulkan sangat mengganggu, sehingga diperlukan tindakan dari pihak terkait untuk menangani permasalahan ini secepatnya,” singkatnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lambar, Henry Faisal mengungkapkan dalam menangani persoalan sampah tersebut pihaknya masih menunggu inisiatif dari pekon dan kecamatan.
“Penanganan sampah, dan kebersihan di wilayah kecamatan merupakan tanggung jawab Pemerintah Kecamatan dan Pekon. Sedangkan, DLH bertugas menangani pengelolaan sampah dan kebersihan di perkotaan Liwa,” ujarnya, Rabu (11/05/2022).
Namun, Henry mengatakan, pihaknya tetap bersedia ikut serta membantu melakukan penanganan sampah diwilayah Kecamatan atau Pekon apabila ingin melakukan penanganan terhadap sampah tersebut. Sebab, penanganan sampah merupakan tanggung jawab bersama.
“Pemkab Lambar melalui Pj Sekretaris Daerah akan melayangkan surat ke Camat, agar segera melakukan aksi dalam hal penanganan sampah di lokasi tersebut, dan DLH siap membantu,” tegasnya.
Terpisah, Camat Batu Brak Sutian saat dikonfirmasi mengatakan, permasalahan sampah di perbatasan Kota Besi-Canggu bukan permasalahan baru karena masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.
“Berbagai upaya telah kita lakukan mulai dari sosialisasi ke masyarakat dan hal lain terkait larangan membuang sampah sembarangan, tetapi kesadaran masyarakat masih kurang dan tetap membuang sembarangan, padahal sudah ada kontainer sampah disana untuk di angkut, tapi kadang kadang masih juga,” imbuhnya.
Rendahnya kesadaran masyarakat tersebut yang membuat tumpukan sampah tersebut terus ada meskipun sering dilakukan evakuasi. Perlu adanya kerjasama dari semua pihak untuk menangani permasalahan sampah tersebut bukan hanya di wilayah Batu Brak namun di wilayah lain juga.
“Kalau sudah numpuk mulai ribut dari berbagai elemen seolah olah dari Pekon dan Kecamatan tidak memperhatikan. Saling melnyalahkan, Camat bukan hanya ngurus sampah di dekat Canggu itu, karena bukan hanya masarakat dari Kotabesi dan Canggu buang sampah di situ dari Pekon lain juga,” pungkasnya. (Riyan)






