Truk Fuso Bermuatan Tepung Beras Terguling di Jalinas Lintas Liwa

LAMPUNG BARAT-Sebuah truk fuso No Pol BE 9514 AU bermuatan tepung beras yang di kendarai oleh Jaka (35) terguling saat berpapasan dengan sebuah mobil box, di jalan nasional (Jalinas) lintas Liwa, Pekon Bakhu Kecamatan Batu Ketulis Kabupaten Lampung Barat (Lambar), Rabu (18/05/2022).

Peristiwa yang terjadi sekira pukul 11.30 WIB tersebut, Jaka (35) menjelaskan kronologis kejadian bermula saat kendaraan Fuso yang di kendarainya melaju dari Bandar Lampung menuju arah Bengkulu.

“Setibanya di lokasi mobil saya berpapasan dengan kendaraan lain jenis mobil box, namun karena posisi jalan yang berada di tikungan dan menurun mobil box tersebut terlalu ke tengah dan tidak mau mengalah, akhirnya saya ngebanting ke kiri dan terperosok lalu terbalik,” ujarnya.

Jaka menuturkan saat ini pihaknya masih melakukan pembongkaran terhadap barang angkutan yang di bawa untuk selanjutnya di evakuasi ke kendaraan lain untuk proses evakuasi.

“Kita pindahin dulu barangnya kita amanin untuk di angkut menggunakan kendaraan lain dari perusahaan, nanti baru mobil kita tarik untuk kita evakuasi, tadi pihak kepolisian sudah ke TKP tetapi hanya untuk mendata dan menanyakan kronologis kejadian,” tambahnya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun Jaka mengungkapakan perkiraan kerugian mencapai jutaan rupiah dan saat ini rekan nya masih dalam perjalanan untuk membantu evakuasi barang bawaan.

“Proses evakuasi sementara sebelum ada bantuan barang kita tutup menggunakan terval karena memang tepung beras kan sensitif jika terkena air, bisa jadi bakwan jika tidak kita tutup. Ini saja masih takut ada rembesan air yg masuk,” tutupnya

Terpisah Kapolsek Sekincau, Kompol Sukimanto.mengatakan, pihaknya belum mendapat laporan terkait insiden lakalantas tersebut.

“Sampai saat ini kita belum dapat laporan nya,” singkatnya.

Dari pantauan di lokasi, tidak dipasangi rambu-rambu peringatan untuk pengendara lain. Padahal, tempat kejadian itu tepat berada di tikungan tajam dan menurun yang dapat membahayakan pengguna jalan lainnya yang melintas. Hanya saja ada beberapa potongan kayu, yang dipasang, dan ada beberapa orang yang mengatur lalu lintas agar tidak menimbulkan kemacetan.(Riyan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *