Lambar Kekurangan Mobil Damkar, Ternyata Ini Penyebabnya

DAERAH, LAMPUNG BARAT462 Dilihat

LAMPUNG BARAT-Kabupaten Lampung Barat (Lambar) masih kekurangan mobil pemadam kebakaran (Damkar). Pasalnya, sampai saat ini jumlah kendaraan Damkar yang dimiliki Pemkab Lambar, hanya enam unit.

Hal itu, disampaikan oleh Kasat Pol PP-Damkar Kabupaten Lambar, Haiza Rinsa melalui Kasi Sarana Prasarana (Sarpras) Helly Chandra, Senin (25/07/2022).

“Saat ini, hanya ada enam unit Damkar yang tersebar di UPT Damkar yakni, Balik Bukit, Sukau, Way Tenong, Sumber Jaya, Belalau dan Kebun Tebu. Selama ini, kita hanya memaksimalkan jumlah unit yang ada untuk penanganan,” ujarnya.

Menurut Helly, idealnya jumlah unit kendaraan Damkar disesuaikan dengan jumlah UPT di masing-masing kecamatan. Artinya, setiap kecamatan harus ada 1 UPT Damkar, dan 1 unit mobil Damkar.

“Jadi bisa nge back up di masing-masing wilayah. Karena, jika terjadi kebakaran jarak tempuh yang harus dilalui sering jadi kendala, dan
dikeluhkan warga. Namun, kita juga tidak bisa memaksakan jarak yang begitu jauh harus sampai dengan cepat,” katanya.

Terkait mobil Damkar yang mogok pada saat terjadinya kebakaran tiga unit rumah di PekonKenali Kecamatan Belalau, Jumat (22/07/2022) lalu, pihaknya mengaku memang terjadi sedikit kendala akibat jauhnya jarak tempuh.

“Sebenarnya mau mengisi air, karena jaraknya dari Way Tenong cukup jauh sehingga terjadi permasalahan kendaran Damkar. Tapi, cuma sebentar dan langsung bisa hidup kembali,” imbuhnya.

Terkait perawatan enam unit mobil Damkar, Helly mengatakan bahwa pihaknya menyiapkan anggaran Rp100.800.000, untuk perawatan suku cadang masing-masing kendaraan Damkar yakni, ganti aki, ban, kampas rem, dan lainnya yang dilakukan setiap tiga bulan sekali.

Ia mengatakan, pihaknya setiap tahun selalu berupaya mengajukan penambahan unit mobil Damkar agar penanganan bencana kebakaran cepat dan tanggap ditangani. Namun, karena terbatasnya anggaran upaya tersebut hingga kini belum bisa direalisasikan.

“Khususnya di Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh, karena sama sekali belum ada UPT Damkar, sehingga ketika ada insiden kebakaran masyarakat hanya bisa bergotong-royong memadamkan api dengan alat seadanya, karena ketika kita ngirim pemadam kesana jarak tempuh cukup jauh,” katanya

Ia juga mengimbau masyarakat selalu waspada bahaya kebakaran, karena arus pendek, kompor gas atau dapur yang masih menggunakan kayu serta di sebabkan puntung rokok. (Riyan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *