Dandim 0411/KM Temui Tiga Napiter di Lapas Kelas II A Metro

DAERAH, METRO467 Dilihat

METRO – Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0411/KM menemui tiga narapidana terorisme (napiter) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kota Metro. Pertemuan tersebut dalam rangka pembinaan sekaligus membahas sejumlah hal tentang menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal itu dilakukan Dandim 0411/KM Letkol Inf Sihono didampingi Kepala Lapas Kelas IIA Kota Metro usai Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Kodim 0411/KM dan Lapas Kelas IIA Kota Metro, di Aula Lapas setempat, Selasa (13/12/2022).

Tiga napiter tersebut duduk satu meja dengan Dandim dan Kalapas di aula setempat. Ketiganya tampak serius mendengarkan sejumlah hal yang disampaikan Dandim. Usai berdialog, tiga napiter tersebut melakukan foto bersama dengan pose mengepalkan tangan sebagai simbol semangat dalam mengisi kemerdekaan RI.

Letkol Inf Sihono menjelaskan, bahwa kerjasama yang disepakati berkaitan dengan pembinaan dan pengawasan terhadap petugas sipir serta narapidana khususnya napiter.”Kita kerjasama dalam membantu meningkatkan kerja Lapas Kelas IIA Kota Metro, lebih spesifiknya pembinaan para pegawai dan pengawasan terhadap warga binaan yang ada. Pengawasan dalam bidang intelijen khususnya pemantauan perkembangan narapidana teroris,”ungkapnya saat diwawancarai awak media.

Dandim juga membeberkan sejumlah hal yang disampaikan kepada tiga napiter tersebut. Menurutnya, ketiga napiter tersebut telah menyampaikan komitmennya untuk setia serta siap menjaga kedaulatan NKRI.”Itu bagian dari kegiatan teritorial, membina mereka, mengawasi dan lebih pada upaya preventif supaya kedepannya terpantau. Saya menyampaikan kepada mereka yang saat ini mereka sudah menerima NKRI, saya juga minta bantu kepada mereka untuk berperan bersama dengan kita untuk menjaga dan bermanfaat di tengah masyarakat,”ulasnya.

“Kami harap juga mereka dapat menangkal hal-hal yang sifatnya radikal, intoleran dan teror. Mereka juga tadi menyampaikan rasa terima kasihnya karena ternyata pembinaan di Lapas Metro ini lebih membuka wawasan lagi. Ada suatu hal yang diperoleh dan mereka menganggap di Lapas ini bukan diasingkan dari dunia luar,”imbuh Dandim.

Letkol Inf Sihono juga mengaku telah mengajak ketiga napiter di Lapas Metro tersebut untuk turut serta merawat kemerdekaan Indonesia dengan pengabdian di masyarakat setelah nantinya dinyatakan bebas.”Saya juga mengajak mereka untuk lebih cinta kepada tanah air, ternyata mereka sudah memahami itu dan mereka lebih terbuka bahwa seperti ini loh NKRI. Untuk merawat negara ini tidak bisa dengan egois mereka sendiri. Mereka ingin berperan lebih, dan kami akan membantu agar supaya mereka lebih kuat pendiriannya,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Kalapas Kelas IIA Kota Metro, Muhammad Mulyana mengungkapkan bahwa tiga napiter di Lapas Metro tersebut telah berikrar setia ke pangkuan NKRI.”Ketiganya sudah berikrar setia kepada NKRI sejak sebelum masuk ke dalam Lapas Kelas IIA Kota Metro, kemudian di Lapas Metro kami lakukan pembacaan ikrar setia terhadap NKRI kembali. Jadi mereka ini sudah berikrar NKRI sebanyak dua kali, pertama di Lapas yang sebelumnya dan yang kedua di Lapas Metro,”ungkapnya.

Sementara terkait kerjasama dengan Kodim 0411/KM, Kalapas Muhammad Mulyana juga menjelaskan hal serupa seperti yang diutarakan Dandim. Menurutnya, pembinaan napiter merupakan tanggungjawab semua pihak.”Terkait kerjasama ini, seperti yang disampaikan oleh pak Dandim untuk memperkuat SDM Lapas maupun terkait pemeliharaan keamanan dan intelijen serta pembinaan narapidana,”terangnya.”Jadi pembinaan teroris tentu juga kami selalu berkoordinasi dengan Kodim maupun stakeholder terkait. Agar setelah mapiter keluar dari sini dapat memiliki pemikiran yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat,”tandasnya.(sgt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *