Ops Keselamatan Krakatau Dimulai, Ratusan Personil Gabungan Diterjunkan

DAERAH, METRO378 Dilihat

METRO – Sebanyak 113 personil gabungan TNI, Polri dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Metro diterjunkan dalam operasi Keselamatan Krakatau 2023. Dimulainya operasi tersebut ditandai dengan apel gabungan yang berlangsung di halaman Mapolres Metro, Selasa (07/02/2023).

Kapolres Metro AKBP Heri Sulistyo Nugroho menjelaskan, Ops Keselamatan Krakatau 2023 di Kota Metro akan berlangsung selama 14 hari. Terhitung mulai tanggal 7 hingga 20 Februari 2023.

“Kita menyadari bahwa dalam mengatasi permasalahan bidang lalu lintas yang begitu kompleks itu tidak mudah dan tidak hanya pihak kepolisian yang mengatasinya, namun butuh bekerjasama dan sinergitas dengan stakeholder terkait untuk keberhasilan Ops Keselamatan itu sendiri,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Kasat Lantas Polres Metro, AKP Rezki Parsinovandi menerangkan, operasi Keselamatan Krakatau 2023 tersebut bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalulintas.

“Supaya angka fatalitas korban luka dan pelanggaran berlalu lintas dapat menurun. Kemudian yang menjadi target operasi adalah masyarakat pengguna jalan, kendaraan angkutan umum ataupun pribadi,” ujarnya.

Selain itu, sasaran operasi tersebut adalah lokasi rawan pelanggaran dan kemacetan arus lalulintas. Masyarakat juga diimbau untuk mematuhi peraturan lalulintas dan melengkapi kendaraan yang dikemudikannya.

“Lokasi atau ruas jalan yang rawan kemacetan, pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas serta kegiatan berlalu lintas masyarakat yang dapat menimbulkan gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas,” sambungnya.

Kasat juga membeberkan bahwa operasi tersebut mengedepankan pendekatan persuasif dalam rangka terciptanya kepatuhan dan kedisiplinan dalam berlalulintas.

“Ini merupakan jenis operasi harkamtibmas yang mengedepankan kegiatan preemtif, preventif dan persuasif serta humanis dalam rangka meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas,” terangnya.

Dalam operasi tersebut, petugas tidak akan melakukan penilaian. Para pelanggar hanya akan mendapat sanksi teguran dari petugas.

“Kita hanya melakukan peneguran serta menertibkan para pengguna jalan dan tidak ada penilangan kendaraan, agar masyarakat khususnya Kota Metro bisa patuh dan disiplin berlalu lintasnya,” tandasnya. (sgt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *