WAY KANAN – Miris, keluarga Wayan tinggal di gubuk reot, ditengah perkebunan kopi milik warga Kampung Menanga Siamang, Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan.
Gubuk yang ditempati Wayan berlantaikan tanah, berdinding papan, dikatagorikan papan yang sudah lapuk beratapkan genteng bekas sudah pernah dipakai orang lain yang dimanfaatkan kembali oleh pak Wayan untuk atap gubuknya. Ia berharap pemerintah dapat memberikan bantuan kepada keluarganya, apa lagi tanah tempat berdiri gubuknya milik orang lain.
“Kami tinggal di sini sudah lama, dan tanah yang kami dirikan gubuk ini juga punya warga yang prihatin dengan kondisi kami, karena kalau ngontrak rumah kami tidak mampu”, kata Wayan.
Wayan menambahkan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dirinya hanyalah petani serabutan yang penghasilannya tidak menentu, syukur-syukur cukup untuk makan. “Apa lagi saya memiliki dua anak yang masih sekolah, yang tua duduk dibangku SMA dan kedua duduk di bangku SD.
“Semoga dengan diberitakan oleh teman-teman media, maka pemerintah menjadi mengetahui kalau ternyata ada warganya yang hidup dalam kondisi memprihatinkan dan membutuhkan bantuan”, harapan Wayan.
Sementara itu, PJ Kepala Kampung Menanga Siamang, Solimin membenarkan bahwa pak Wayan memang benar warga Kampung Menanga Siamang Kecamatan Bajit.
“Iya benar pak Wayan memang benar warga kami dan memang tergolong keluarga miskin Extrim. Untuk (BLT-DD) Bantu Langsung Tunai Dana Desa pak Wayan mendapatkan dan sudah kami salurkan. Namun, disini kami sebagai aparatur kampung memohon perhatian yang lebih untuk warga kami ini melalui Dinas-dinas yang terkait”, tutupnya.(Sandi)






