Jelang Pemilu 2024, Kapolres Pesawaran Minta Dukungan Insan Pers Cegah Berita Hoax

PESAWARAN263 Dilihat

PESAWARAN — Kapolres Pesawaran AKBP Maya H. Hitijahubessy menerangkan, peran serta media sangat dibutuhkan untuk memerangi penyebaran berita hoax menjelang pelaksanaan Pemilu 2024, selain itu juga sinergi multipihak, antara lain, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta masyarakat luas diharapkan mampu menjadi ujung tombak dalam menangkal berita hoax.

Hal itu dia sampaikan pada diskusi bersama insan pers dan masyarakat dengan tajuk “Netralitas Publikasi Berita oleh Media Massa di Wilayah Hukum Pesawaran”,berlangsung di aula Santika, Mapolres Pesawaran, Rabu (25/10/2023).

“Kami mengajak insan media untuk turut terlibat dalam upaya mencegah penyebaran informasi hoax dengan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi hoax,” kata Kapolres Maya.

Kapolres Maya juga meminta kepada insan pers agar menyajikan literasi pemberitaan yang obyektif kepada masyarakat, dan menjunjung tinggi netralitas dalam pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang.

“Media juga punya peran penting untuk menciptakan situasi kondusif dalam pelaksanaan Pemilu, dengan mencegah penyebaran hoax, isu sara serta ujaran kebencian,” ucap dia.

Sedangkan Kepala Dinas Kominfotiksan Kabupaten Pesawaran, Jayadi Yasa dengan lugas mengatakan, Hoax bisa terjadi sejak pra, pelaksanaan hingga pascapemilu, dampaknya adalah masyarakat tidak mendapatkan informasi yang obyektif.

“Hoax pemilu menjadi permasalahan krusial yang harus segera diatasi karena dapat merusak pikiran masyarakat, menciptakan pragmentasi sosial dan memunculkan kegelisahan publik yang pada akhirnya akan menurunkan kepercayaan pada pihak otoritas serta lembaga pemerintahan lainnya, ” Kata Jayadi.

Karena itu, Jayadi mengimbau masyarakat untuk berfikir kritis sebelum menyebarkan informasi melalui media sosial, dengan mencari sumber pemberitaan yang kredibel.

“Lembaga pemerintah dan stakeholder lain termasuk para jurnalis punya kewajiban untuk menangkal penyebarluasan hoax melalui berbagai kanal media terutama media sosial, “pungkasnya. (Indra).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *