PALEMBANG – Sorak sorai pelajar menggema di halaman SMK Bhakti Ibu 3 Palembang, Sabtu (31/1/2026). Di wajah mereka terpancar lelah yang terbayar oleh kebanggaan. Ajang SKABIGA SPARDHA 2026 resmi ditutup, meninggalkan jejak semangat, persahabatan, dan mimpi-mimpi yang tumbuh dari arena kompetisi.
Selama beberapa hari, ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Sumatera Selatan bertemu dalam satu ruang: ruang adu bakat, adu kreativitas, sekaligus adu mental juara. Futsal, voli, pramuka, rohis, hingga PMR menjadi panggung bagi mereka untuk menunjukkan potensi terbaik.
Suasana penutupan berlangsung hangat dan penuh makna. Hadir Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Misral, Sn., M.Sn., Kepala SMK Bhakti Ibu 3 Palembang Hj. Okriani, S.Pd., M.Si., jajaran guru, pembina kegiatan, serta para kepala sekolah dari berbagai SMP, SMA, dan SMK di Palembang. Kehadiran mereka seolah menjadi simbol kuatnya dukungan dunia pendidikan terhadap ruang-ruang tumbuh bagi generasi muda.
Di hadapan para peserta, Misral menegaskan bahwa SKABIGA SPARDHA bukan sekadar perlombaan.
“SKABIGA SPARDHA bukan hanya kompetisi, tetapi ruang tumbuhnya mental juara dan karakter unggul. Di sini siswa belajar disiplin, sportivitas, dan kerja sama. Kompetensi seperti inilah yang dibutuhkan di masa depan,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan semacam ini adalah bagian penting dari proses pendidikan yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter.
“Kami mendukung penuh kegiatan kreatif dan kompetitif seperti ini. Semakin banyak sekolah yang melibatkan siswa dalam kegiatan positif, maka semakin kuat pula kualitas pendidikan kita,” tambahnya.
Bagi SMK Bhakti Ibu 3 Palembang, SKABIGA SPARDHA bukan sekadar agenda tahunan. Lebih dari itu, ajang ini menjadi ikhtiar untuk menghadirkan ruang belajar yang berbeda—ruang yang melatih keberanian, kepercayaan diri, dan semangat berkompetisi secara sehat.
Kepala SMK Bhakti Ibu 3 Palembang, Hj. Okriani, S.Pd., M.Si., tak menyembunyikan rasa bangganya atas antusiasme peserta dan dukungan para kepala sekolah.
“Kami sangat bersyukur dan bangga dapat menjadi tuan rumah bagi para talenta muda Sumatera Selatan. Kehadiran para kepala sekolah hari ini menunjukkan kuatnya kolaborasi antar lembaga pendidikan dalam membangun generasi unggul,” tuturnya.
Ia menegaskan, SKABIGA SPARDHA akan terus dikembangkan agar semakin berkualitas dan berdampak luas bagi pelajar.
“Ini adalah komitmen kami. Insya Allah, event ini akan terus berkembang dan menjadi wadah bagi siswa untuk mengasah potensi terbaik yang mereka miliki,” tegasnya.
Puncak acara ditandai dengan pengumuman para juara dari berbagai cabang lomba. Tepuk tangan membahana, pelukan persahabatan terjalin, dan senyum kemenangan merekah. Piala, medali, dan piagam penghargaan menjadi simbol kerja keras yang telah mereka lalui.
Ketika sesi foto bersama digelar, para peserta, panitia, guru, dan tamu undangan berdiri dalam satu bingkai. Di sanalah SKABIGA SPARDHA 2026 menutup kisahnya—bukan hanya sebagai kompetisi, tetapi sebagai perjalanan pembentukan karakter, persaudaraan, dan mental juara pelajar Sumatera Selatan. (*)






