Di Balik Indahnya Pahawang, Warga Bertaruh Nyawa di Dermaga Rapuh

PESAWARAN210 Dilihat

PESAWARAN, – Surga bawah laut Lampung menjerit minta tolong. Desa Pulau Pahawang, Kecamatan Marga Punduh, Pesawaran, mendesak pemerintah segera turun tangan membangun infrastruktur. Dermaga utama desa wisata itu kini nyaris ambruk, mengancam keselamatan warga dan wisatawan.

Kepala Desa Pulau Pahawang, Ahmad Salim, mengaku khawatir. Dermaga yang jadi urat nadi ekonomi warga itu rusak parah dimakan usia dan hantaman ombak. Papan kayu lapuk, tiang penyangga keropos, dan sebagian lantai sudah bolong.

“Ini dermaga satu-satunya akses keluar masuk Pahawang. Kalau ambruk, lumpuh semua. Wisatawan takut datang, warga susah melaut, anak sekolah juga terganggu,” tegas Ahmad Salim, Jumat (24/4/2026).

Wisata Jalan, Infrastruktur Tertinggal

Pulau Pahawang dikenal sebagai destinasi wisata andalan Pesawaran. Tiap pekan, ratusan wisatawan datang snorkeling dan menikmati pasir putih. Sayangnya, infrastruktur tak seindah promosinya.

Selain dermaga, Ahmad Salim menyebut jalan lingkungan desa juga butuh sentuhan. Saat hujan, jalan becek dan licin. Saat kemarau, debu beterbangan. “Kami sadar Pahawang ini wajah Pesawaran. Tapi kalau dibiarkan rusak begini, citra wisata bisa hancur,” ujarnya.

Butuh Uluran Tangan, Bukan Janji

Kades Ahmad Salim berharap ada perhatian serius dari Pemkab Pesawaran hingga pemerintah pusat. Bantuan pembangunan dermaga beton dan perbaikan jalan lingkungan jadi prioritas.

“Kami tidak minta muluk-muluk. Cukup dermaga yang aman dan jalan yang layak. Biar ekonomi warga muter, wisatawan nyaman, PAD juga naik,” kata Salim.

Ia menambahkan, warga sudah swadaya tambal sulam dermaga seadanya. Tapi jelas tak cukup. “Kekuatan kami terbatas. Ini butuh anggaran besar dan kebijakan. Jangan tunggu ada korban baru dibangun,”tandasnya.

“Hari ini gotong royong pembangunan jalan lingkar desa BUMDes Jaya Abadi Pulau pahawang dan masyarakat,” pungkasnya

Warga Pahawang kini hanya bisa berharap. Mereka ingin pemerintah tak tutup mata, agar surga kecil di ujung Lampung ini tak tenggelam karena infrastruktur yang karam. (Indra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *