Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Wabup Pesawaran Ajak Pelaku Usaha Buka Data untuk Masa Depan

PESAWARAN46 Dilihat

PESAWARAN – Pemerintah Kabupaten Pesawaran bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi memulai Sensus Ekonomi (SE) 2026. Pencanangan dan sosialisasi digelar di Aula Pemkab Pesawaran, Selasa (19/5/2026), sebagai langkah strategis memetakan potensi ekonomi daerah untuk arah pembangunan ke depan.

Kegiatan dibuka secara simbolis dengan pemukulan gong oleh Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali, S.H.

Sensus Ekonomi 2026 dinilai penting untuk menghasilkan data akurat tentang kondisi riil perekonomian Pesawaran. Mulai dari pertanian, perdagangan, industri, hingga perkembangan ekonomi digital. Data inilah yang akan jadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Sensus Ekonomi adalah potret menyeluruh struktur ekonomi daerah. Data yang dihasilkan akan sangat menentukan ketepatan program pemerintah dalam pembangunan dan pengembangan ekonomi ke depan,” tegas Antonius dalam sambutannya.

Ia menyebut sektor perdagangan besar, eceran, dan industri pengolahan di Pesawaran terus berkembang. Ini menandakan transformasi ekonomi daerah mulai bergerak ke sektor sekunder dan tersier.

Wabup menekankan, kualitas pembangunan bergantung pada kualitas data. Karena itu ia mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dan memberikan data yang jujur kepada petugas sensus.

“Pastikan setiap potensi ekonomi di pelosok Pesawaran terdata dengan baik. Data berkualitas akan jadi modal penting menyusun roadmap pembangunan yang lebih kuat dan terukur,” katanya.

Antonius juga meminta seluruh perangkat daerah hingga tingkat desa ikut mendukung lewat sosialisasi dan koordinasi, agar tidak ada pelaku usaha yang terlewat.

Plh. Kepala BPS Pesawaran Rosadi Zein S., Stat., M.M. menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 akan melibatkan 486 petugas pendata yang bekerja door to door Pendataan berlangsung Mei- Agustus 2026 dengan sasaran seluruh pelaku usaha dari berbagai sektor.

Kepala BPS Provinsi Lampung Ahmadriswan Nasution menambahkan, hasil sensus akan menggambarkan struktur ekonomi daerah secara utuh, termasuk kontribusi usaha, potensi hilirisasi industri, dan penyerapan tenaga kerja.

“Hasil sensus ini jadi dasar pemerintah daerah menyusun kebijakan dan mengevaluasi pembangunan ekonomi. Pelaku usaha juga bisa melihat peluang pasar dari data yang dihasilkan,” jelasnya.

Ia menegaskan seluruh data yang dikumpulkan BPS dijamin kerahasiaannya. Masyarakat tidak perlu khawatir soal keamanan data pribadi.

Kegiatan ditutup dengan prosesi Ngisi Bareng_ kuesioner SE2026, penjelasan teknis pengisian CAWI untuk usaha besar, serta sesi diskusi dan tanya jawab bersama OPD, pelaku usaha, mitra BPS, dan tamu undangan. (Indra).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *