Usia Produktif Jadi Korban Terbanyak, Satlantas Pesawaran Genjot Safety Riding ke Sekolah

PESAWARAN45 Dilihat

PESAWARAN – Angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Pesawaran masih tinggi. Satlantas Polres Pesawaran mencatat 52 kejadian laka lantas hanya dalam periode Maret hingga Mei 2026.

Kasat Lantas Polres Pesawaran menyebutkan, dari 52 kejadian tersebut, 5 orang meninggal dunia, 5 orang luka berat, dan 44 orang luka ringan. Total kerugian material ditaksir mencapai Rp127.800.000.

“Korban paling banyak didominasi usia produktif, yaitu 15-40 tahun. Ini usia yang seharusnya jadi tulang punggung keluarga dan daerah,” ujar Kasat Lantas, Sabtu. (06/06/2026).

3 Titik Rawan “Kuburan” Pengendara

Berdasarkan data, ada 3 ruas jalan yang paling rawan memakan korban:
1. Jalinbar KM 14, Desa Negeri Sakti, Sukabanjar
2. Desa Dantar, Kecamatan Padang Cermin
3. Jalinsum, Jl. Gunung Sugih Baru, Tegineneng

Human Error Jadi Biang Kerok

Faktor penyebab dominan kecelakaan, kata Kasat, masih klasik: Human Error, rem blong, dan Out of Control. Artinya perilaku pengendara jadi kunci utama.

Untuk menekan angka laka, Satlantas sudah menggenjot 6 upaya konkret:

1. Patroli rutin di jam rawan laka, macet, dan pelanggaran
2. Pemasangan rambu himbauan di titik rawan
3. Penyuluhan “Polantas Menyapa” ke pengemudi
4. Edukasi dini ke sekolah TK, SD, SMP, SMA
5. Safety Riding ke komunitas pengendara
6. Pemasangan Barcode “Janji Jaga” di titik rawan

Pesan Satlantas ke Warga Pesawaran

Kasat Lantas menitipkan 12 imbauan keras untuk menekan korban:

1. Tertib dan patuhi peraturan lalu lintas
2. Gunakan helm SNI
3. Gunakan safety belt saat berkendara
4. Dilarang main HP saat mengemudi
5. Dilarang melawan arus
6. Dilarang pakai knalpot brong
7. Dilarang boncengan lebih dari 1
8. Anak sekolah wajib diantar orang tua, jangan bawa motor
9. Dilarang balapan liar
10. Dilarang berkendara dalam keadaan mabuk
11. Dilarang pakai TNKB palsu
12. Dilarang muatan ODOL

“Patuhi aturan, sayangi nyawa. Kecelakaan bukan takdir, tapi bisa dicegah,” tegasnya. (Indra).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *