Investor Kroasia-Swiss Tinjau TPA Taman Sari

PESAWARAN85 Dilihat

PESAWARAN – Pemerintah Kabupaten Pesawaran membuka peluang investasi internasional untuk pengelolaan sampah berkelanjutan. Hal itu ditandai dengan kunjungan investor asal Kroasia ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Taman Sari, Kecamatan Gedong Tataan, Rabu (17/6/2026).

Peninjauan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali, S.H., didampingi Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, Direktur Utama PT Nusantara Plastik Energi M. Dani, Perwakilan Kantor Staf Presiden, serta dua investor asal Kroasia, Mr. Vinko dan Mrs. Ida Pandur.

Kunjungan ini bertujuan melihat kesiapan daerah dan potensi bahan baku untuk pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern. Fasilitas tersebut dirancang mampu mengubah sampah menjadi produk bernilai ekonomi, seperti Refuse Derived Fuel (RDF), minyak plastik (plastic oil), dan produk turunan lainnya.

Direktur Utama PT Nusantara Plastik Energi M. Dani menyebut Pesawaran sangat potensial. “Kami membawa investor dari Kroasia yang berkolaborasi dengan perusahaan dari Swiss. Selain menghasilkan produk ekonomi, proyek ini akan meningkatkan SDM lewat alih teknologi. Dari tinjauan awal, kapasitas timbulan sampah Pesawaran sudah lebih dari cukup,” jelasnya.

Investor Kroasia, Ida Pandur. menegaskan Lampung dipilih sebagai lokasi pertama studi kelayakan di Indonesia. “Jika berhasil, Lampung akan jadi percontohan nasional untuk fasilitas pengelolaan sampah modern. Investasi ini mendorong ekonomi sirkular: sampah jadi energi dan bahan baku industri,” kata Ida.

Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali menyambut baik rencana tersebut. Ia mengungkapkan kebutuhan lahan untuk fasilitas ini mencapai 10-15 hektare, sementara luas TPA Taman Sari saat ini hanya sekitar 1 hektare.

“Kami sudah tinjau calon lokasi alternatif di Kecamatan Tegineneng. Dari sisi lahan, lokasi itu lebih representatif untuk pengembangan skala besar,”ujar Wabup.

Terkait bahan baku, Wabup menjelaskan fasilitas ini butuh 15.000 ton sampah plastik per tahun atau setara 41 ton per hari. Sementara volume sampah masuk ke TPA Taman Sari mencapai *97 ton per hari, dengan komposisi plastik 30-40 persen.

“Artinya, secara potensi kita hampir memenuhi kebutuhan bahan baku. Ini peluang besar menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang modern, profesional, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Antonius berharap investasi ini segera masuk tahap berikutnya agar memberi manfaat nyata bagi lingkungan, ekonomi, dan lapangan kerja.

“Mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat. Jika terwujud, ini akan jadi langkah besar mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih baik sekaligus memberi nilai tambah bagi Pesawaran,” pungkasnya. (Indra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *