Warga potong kambing usai sekda lampung tengah ditetapkan tersangka

LAMPUNG TENGAH50 Dilihat

Lampung Tengah – Sejumlah warga menggelar aksi potong kambing di depan halaman Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah, Senin (22/6/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap proses penegakan hukum yang dilakukan Polda Lampung terkait dugaan kasus honorer fiktif di Kota Metro yang menyeret Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Tengah, Welly Adiwantra, sebagai tersangka.

Meski terkesan sebagai bentuk perayaan, warga menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan untuk bersukacita atas penetapan tersangka terhadap seorang pejabat publik. Aksi itu disebut sebagai simbol apresiasi masyarakat terhadap keberanian aparat penegak hukum dalam menindak dugaan pelanggaran hukum tanpa memandang jabatan maupun kekuasaan.

Salah satu peserta aksi, Sudirman, mengatakan bahwa masyarakat ingin menunjukkan dukungan terhadap upaya pemberantasan korupsi dan penegakan hukum yang adil.

“Kami tidak sedang bersyukur karena ada pejabat yang menjadi tersangka. Kami bersyukur karena hukum masih ditegakkan tanpa memandang jabatan, kedudukan, maupun kekuasaan,” ujar Sudirman.

Menurutnya, kasus yang sedang bergulir harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh pejabat publik agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan menjauhi praktik-praktik penyalahgunaan kewenangan.

Ia berharap ke depan Lampung Tengah dipimpin oleh sosok-sosok yang mengedepankan kepentingan rakyat serta menjaga kepercayaan publik melalui pemerintahan yang bersih dan transparan.

“Mudah-mudahan ke depan Allah SWT menghadirkan pemimpin dan pejabat di Lampung Tengah yang amanah, bersih, serta berpihak kepada kepentingan rakyat. Jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan, bukan sarana untuk menyalahgunakan kewenangan,” katanya.

Sudirman juga menegaskan bahwa masyarakat akan terus mengawal jalannya pemerintahan dan mengawasi setiap kebijakan maupun tindakan pejabat publik di Lampung Tengah.

Menurutnya, kekuasaan tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi ataupun kelompok tertentu. Setiap pelanggaran hukum harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Jangan bermain-main dengan jabatan di Lampung Tengah. Rakyat menginginkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari korupsi. Siapa pun yang melanggar hukum harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegasnya.

Aksi potong kambing tersebut berlangsung tertib dan mendapat perhatian masyarakat sekitar. Selain menjadi bentuk dukungan terhadap penegakan hukum, kegiatan itu juga dimaknai sebagai simbol harapan agar praktik korupsi dan penyalahgunaan jabatan tidak lagi terjadi di lingkungan pemerintahan.

Warga berharap aparat penegak hukum dapat terus bekerja secara profesional, independen, dan konsisten dalam mengusut setiap perkara yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi, sehingga tercipta tata kelola pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.(*) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *