Bogorejo Syukur Budaya: Ruwat Bumi dan HUT ke-34 Diramaikam Wayang Semalam Tuntas, Waket II DPRD Hadir

PESAWARAN69 Dilihat

PESAWARAN – Suasana khidmat, guyub, sekaligus meriah menyelimuti Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk di Desa Bogorejo, Kecamatan Gedong Tataan, Sabtu malam, 27 Juni 2026 M / 12 Muharram 1448 H.

Acara bertajuk “Sesaji Rojosuyo” ini digelar dalam rangka Ruwat Bumi sekaligus memperingati Hari Jadi Desa Bogorejo ke-34. Kehadiran unsur pimpinan daerah hingga aparat desa menjadi bukti kuatnya sinergi pemerintah dan masyarakat dalam menguri-uri budaya.

Pejabat Daerah, Aparat, Hingga Tokoh Masyarakat Hadir Penuhi Pagelaran yang didalang Ki Gondo Suharno, S.Sn dari Sewon, Bantul, D.I Yogyakarta, dihadiri langsung oleh:

Aria Guna, Wakil Ketua 2 DPRD Kabupaten Pesawaran

Erlan, Anggota DPRD Pesawaran Fraksi PPP

Surawan, Perwakilan Camat Gedong Tataan

Perwakilan Kapolres Pesawaran, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa Desa Bogorejo

Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat setempat

Ribuan warga memadati tenda pagelaran sejak awal malam. Sorak dan antusiasme pecah setiap kali dalang membuka goro-goro.

Kades Hermansyah: “Ini Pagelaran Wayang ke-9 Saya, Tujuannya Syukur dan Sinergi”

Dalam sambutannya, Kepala Desa Bogorejo Hermansyah menegaskan makna Ruwat Bumi yang sudah ia gelar 9 kali selama dua periode menjabat.

“Alhamdulillah, malam ini Bogorejo dipenuhi berkah. Wayang Kulit ‘Sesaji Rojosuyo’ kita gelar bukan hanya untuk hiburan. Ini tuntunan. Lewat lakon ini kita belajar tentang kepemimpinan yang adil, kerukunan, dan rasa syukur atas nikmat bumi yang kita pijak. Ruwat Bumi adalah wujud kita memohon keselamatan desa, tolak bala, dan menjaga warisan leluhur agar tidak punah ditelan zaman,”ujar Hermansyah penuh wibawa.

“Untuk mewujudkan cita-cita Desa Bogorejo, kita harus sinergi antara warga dengan pemerintah desa. Kita juga harus bangga dengan identitas kita, karena bangsa Indonesia di mata dunia tidak bisa ditukar dengan kecanggihan. Di sini kita belajar banyak nilai sejarah dan kearifan lokal. Insyaallah Bogorejo ke depan ‘soyo tentrem, soyorejo’,”, tambahnya.

Beliau juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran DPRD Pesawaran, Polres Pesawaran, dan Camat Gedong Tataan, yang dinilai memberi semangat besar bagi warga.

Perwakilan Camat,”Wayang Jadi Perekat Persatuan di Tengah Gempuran Budaya Asing”

Mewakili Camat Gedong Tataan, Surawan mengapresiasi langkah Pemdes Bogorejo.

“Kami dari Kecamatan Gedong Tataan sangat mengapresiasi. Di tengah gempuran budaya asing, Desa Bogorejo justru mengangkat budaya sendiri. Wayang adalah media dakwah, media pendidikan karakter, dan yang paling penting, menjadi perekat persatuan warga. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi contoh desa lain,” tegas Surawan.

Hermansyah menegaskan. tradisi hidup karena dirawat, bukan hanya diingat. (Indra).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *