Stabilitas Harga Jaga Kesejahteraan Petani, Lampung Perkuat Fondasi Ketahanan Pangan Nasional

PROVINSI4 Dilihat

BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat berbagai kebijakan strategis dalam menjaga stabilitas harga komoditas pertanian sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkokoh posisi Lampung sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Penguatan sektor riil, stabilitas harga, dan pengendalian inflasi menjadi fondasi utama dalam menjaga daya tahan ekonomi daerah di tengah dinamika global.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sektor pertanian tidak hanya diukur dari peningkatan produksi, tetapi juga dari kemampuan pemerintah memastikan harga hasil pertanian tetap menguntungkan bagi petani. Menurutnya, stabilitas harga merupakan instrumen penting untuk memberikan kepastian usaha, menjaga daya beli masyarakat pedesaan, serta memperkuat struktur ekonomi berbasis kerakyatan.

Stabilitas Harga Dorong Kesejahteraan Petani

Sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah dengan jutaan masyarakat bergantung pada komoditas strategis seperti padi, jagung, singkong, serta hortikultura. Karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong penguatan tata niaga, menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan, serta memperkuat intervensi kebijakan harga di tingkat produsen.

Kebijakan stabilisasi harga yang dilakukan pemerintah daerah terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan petani. Dengan harga yang lebih terjaga di tingkat produsen, petani memperoleh kepastian usaha yang lebih baik, sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat di wilayah pedesaan.

Dampak lanjutan dari membaiknya pendapatan petani juga terlihat pada meningkatnya aktivitas ekonomi di desa. Perputaran uang di sektor riil semakin kuat, mendorong tumbuhnya usaha kecil, perdagangan lokal, serta jasa penunjang pertanian.

Sejumlah kelompok petani turut menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai mampu menjaga kestabilan harga komoditas. Kondisi ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi keluarga petani dalam meningkatkan kualitas hidup, termasuk akses pendidikan dan kesehatan.

Lampung Catat Kinerja Ekonomi Tertinggi Kedua di Sumatera

Di tengah penguatan sektor pertanian, Provinsi Lampung juga menunjukkan kinerja ekonomi yang solid. Berdasarkan rilis resmi indikator sosial ekonomi makro tahun 2025 hingga Triwulan I 2026, Lampung mencatatkan posisi sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi terbaik di Sumatera, yakni peringkat kedua tertinggi.

Pada Triwulan I 2026, ekonomi Lampung tumbuh sebesar 5,58% (year-on-year), hanya terpaut tipis dari Kepulauan Riau sebagai provinsi dengan pertumbuhan tertinggi di Sumatera. Capaian ini mencerminkan konsistensi kebijakan pembangunan daerah yang fokus pada penguatan sektor riil, stabilitas makroekonomi, serta peningkatan daya saing daerah.

Inflasi Terkendali dan Kualitas Ekonomi Meningkat

Stabilitas harga juga tercermin dari terkendalinya inflasi daerah. Sepanjang Januari hingga April 2026, inflasi Lampung tercatat sebesar 1,04% (year-to-date), menunjukkan efektivitas sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung, Bank Indonesia, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok.

Dari sisi pemerataan ekonomi, Lampung mencatat Gini Rasio 0,287 pada 2025, yang menunjukkan tingkat ketimpangan relatif rendah dan distribusi pendapatan yang semakin merata. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada pada angka 3,95%, lebih baik dibandingkan rata-rata nasional sebesar 4,68%, menandakan pertumbuhan ekonomi telah berdampak nyata pada penyerapan tenaga kerja.

Jika dibandingkan dengan capaian nasional, indikator makro Lampung menunjukkan kinerja yang kompetitif. Pertumbuhan ekonomi Lampung sejalan dengan nasional yang berada di angka 5,61%, sementara inflasi daerah sedikit lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 1,06%. Pada aspek pemerataan, Gini Rasio Lampung juga jauh lebih baik dibandingkan nasional yang mencapai 0,363.

Penguatan Sektor Riil: Pertanian dan Investasi

Kekuatan ekonomi Lampung ditopang oleh sektor riil yang terus menguat, terutama pertanian dan investasi. Produksi padi pada 2025 mencapai 3,25 juta ton, meningkat 16,53% dibandingkan tahun sebelumnya. Pencapaian ini menegaskan posisi Lampung sebagai salah satu lumbung pangan strategis nasional.

Di sisi lain, sektor investasi juga menunjukkan tren positif dengan realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp15,19 triliun. Capaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi daerah, kepastian regulasi, serta kemudahan berusaha di Lampung.

Tantangan Pembangunan: Fokus pada Kualitas SDM

Meski menunjukkan kinerja ekonomi yang kuat, Pemerintah Provinsi Lampung juga menyoroti sejumlah tantangan struktural yang perlu menjadi perhatian bersama. Salah satunya adalah kualitas sumber daya manusia.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung tercatat sebesar 73,98, yang masih berada di bawah rata-rata nasional dan menjadi salah satu yang terendah di Pulau Sumatera. Kondisi ini menjadi perhatian serius dalam agenda pembangunan ke depan.

Pemerintah Provinsi Lampung menempatkan percepatan peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, serta intervensi berbasis data pada wilayah kantong kemiskinan sebagai prioritas utama. Upaya ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat secara lebih merata.

Selain itu, angka kemiskinan yang masih berada pada level 9,66% juga menjadi fokus penguatan kebijakan, terutama melalui perluasan akses ekonomi, penguatan UMKM, serta peningkatan produktivitas tenaga kerja.

Arah Kebijakan: Pertumbuhan Inklusif dan Berkelanjutan

Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan bahwa seluruh capaian positif yang diraih merupakan hasil dari konsistensi kebijakan pembangunan yang terarah, kolaboratif, dan berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dunia usaha, serta masyarakat menjadi kunci dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Lampung akan terus memperkuat kebijakan yang berpihak kepada petani, memperluas hilirisasi sektor pertanian, memperkuat infrastruktur produksi, serta memastikan stabilitas harga tetap terjaga di seluruh rantai pasok.

Dengan fondasi ekonomi yang semakin kuat, inflasi yang terkendali, serta investasi yang terus meningkat, Lampung berada pada jalur yang tepat menuju transformasi ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Pemerintah Provinsi Lampung optimistis bahwa penguatan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas manusia akan menjadi kunci dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara lebih merata di masa mendatang. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *