PALEMBANG – Perlahan, wajah rumah sederhana milik Ibu Suwarni di Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang, mulai berubah. Dinding yang sebelumnya masih menggunakan papan kini diperkuat dengan pasangan bata dan beton, sementara bagian-bagian bangunan yang belum rapi dipoles dengan plesteran hingga siap dicat. Bukan sekadar memperbaiki, Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan Kodim 0418/Palembang menghadirkan hunian yang lebih kokoh, aman, sekaligus memiliki nilai estetika yang lebih baik.
Memasuki hari ketiga pelaksanaan, Jumat (17/7/2026), progres rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) beserta fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) milik Ibu Suwarni telah mencapai sekitar 30 persen. Personel TNI bersama warga setempat terus bergotong royong mempercepat pengerjaan agar rumah tersebut segera dapat ditempati dengan kondisi yang lebih layak.
Pengawas sasaran rehabilitasi RTLH dan MCK, Sersan Dua Hakim, mengatakan pekerjaan saat ini difokuskan pada pemlesteran dinding bagian luar dan dalam rumah.
“Progres pekerjaan sudah mencapai sekitar 30 persen. Saat ini kami sedang memplester dinding luar dan bagian dalam rumah. Sesuai target, rehabilitasi ini diharapkan selesai dalam dua minggu ke depan,” ujarnya.
Hakim menjelaskan, rehabilitasi dilakukan dengan memperkuat struktur bangunan yang telah ada. Dinding depan rumah, dinding kamar mandi, serta sisi kanan dan kiri rumah yang sebelumnya masih menggunakan material papan secara bertahap diganti dengan dinding permanen. Setelah itu, seluruh permukaan dirapikan menggunakan plester agar bangunan menjadi lebih kuat, rapi, dan nyaman dipandang.
Bagi personel Satgas TMMD, pembangunan rumah ini bukan sekadar menyelesaikan target pekerjaan. Setiap bata yang dipasang dan setiap adukan semen yang diratakan merupakan bentuk kepedulian agar keluarga penerima manfaat memiliki rumah yang mampu bertahan dalam jangka panjang.
Salah seorang anggota Satgas TMMD mengatakan seluruh proses rehabilitasi mengutamakan kualitas. Material yang digunakan dipilih dengan baik, sementara setiap tahapan pekerjaan mengikuti standar konstruksi agar hasilnya benar-benar kokoh.
“Semua kami kerjakan dengan sungguh-sungguh. Misalnya untuk adukan, kami menggunakan komposisi satu bagian semen dan tiga bagian pasir. Kami ingin hasilnya benar-benar kuat sehingga rumah ini bisa menjadi tempat tinggal yang aman dan bertahan lama bagi keluarga penerima manfaat,” tuturnya.
Dalam pengerjaan tersebut, sembilan personel TNI dibantu tiga warga sekitar. Kebersamaan yang terjalin selama proses pembangunan menjadi cerminan semangat gotong royong yang menjadi ruh Program TMMD.
“Alhamdulillah sejauh ini tidak ada hambatan. Kami juga merasa nyaman bekerja di sini karena masyarakat sangat mendukung dan ikut bergotong royong,” kata Hakim.
Semangat itu juga dirasakan Rizal, salah seorang warga yang ikut membantu pengerjaan. Ia mengaku baru pertama kali terlibat langsung dalam kegiatan TMMD dan merasakan eratnya kebersamaan antara TNI dan masyarakat.
“Senang bisa bekerja bersama bapak-bapak TNI. Baru kali ini saya ikut bergabung dalam kegiatan TMMD. Program ini sangat bagus karena benar-benar membantu masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.
Di balik proses pembangunan tersebut, tersimpan rasa syukur yang mendalam dari Zamahir (68), suami Ibu Suwarni. Pria yang akrab disapa Pak Mahir itu mengaku tak pernah membayangkan rumah sederhana yang telah ditempatinya selama sekitar tujuh tahun akan menjadi sasaran rehabilitasi melalui Program TMMD.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kodim 0418/Palembang yang telah membantu keluarga kami. Kami ini masyarakat menengah ke bawah. Mencari nafkah tidak mudah. Saya harus menghidupi lima orang anak dan sudah memiliki 12 cucu, sedangkan istri saya tidak bekerja. Kami hanya berjualan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.
Mahir menceritakan, rumah tersebut awalnya hanyalah pondok sederhana yang dibangun di atas tanah warisan orang tuanya. Proses penetapan sebagai penerima bantuan diawali dari pendataan dan survei yang dilakukan Ketua RT setempat.
“Awalnya kami didata dan disurvei oleh Pak RT. Kami sama sekali tidak menyangka akan mendapat bantuan ini. Sebagai orang awam, kami benar-benar bersyukur karena sekarang rumah kami diperbaiki. Mudah-mudahan ke depan rumah ini menjadi tempat tinggal yang lebih layak untuk keluarga kami,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Sementara itu, Dandim 0418/Palembang selaku Dansatgas TMMD ke-129, Kolonel Arhanud Erik Novianto, S.Sos., menegaskan bahwa rehabilitasi RTLH merupakan salah satu sasaran fisik utama dalam program TMMD tahun ini.
“Dengan adanya program rehabilitasi RTLH ini, kami ingin berkontribusi memberikan hunian yang layak bagi masyarakat. Rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi agar masyarakat dapat hidup lebih sehat, aman, dan sejahtera,” tegasnya.
Melalui TMMD ke-129, Kodim 0418/Palembang tidak hanya memperkuat struktur bangunan rumah warga, tetapi juga menguatkan harapan mereka. Dari dinding papan yang berganti menjadi tembok kokoh, dari plesteran yang merapikan setiap sudut bangunan, hingga sentuhan akhir yang mempercantik tampilannya, TMMD menghadirkan lebih dari sekadar rehabilitasi. Program ini menjadi bukti nyata bahwa gotong royong dan kepedulian mampu menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi masyarakat yang membutuhkan. (Bro Adi)












