Palembang – Di tengah deru pekerjaan membangun Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang, terselip sebuah momen sederhana yang justru menyimpan makna mendalam. Siang itu, anggota Satgas TMMD menghentikan sejenak aktivitasnya untuk menikmati makan siang bersama warga di rumah Ibu Suwarni, Kelurahan Talang Jambe, Kota Palembang.
Tak ada jarak antara prajurit dan masyarakat. Mereka duduk berdampingan menikmati hidangan rumahan yang disiapkan dengan penuh keikhlasan. Di sela santap siang, obrolan ringan, canda, dan tawa mengalir hangat, menghadirkan suasana kekeluargaan yang begitu akrab.
Pemandangan itu menjadi potret nyata bahwa TMMD bukan hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga membangun kedekatan emosional antara TNI dan rakyat. Rumah yang sedang direnovasi memang menjadi sasaran pekerjaan, namun kebersamaan yang terjalin di dalamnya menjadi fondasi yang jauh lebih kokoh.
Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan bahwa kebersamaan seperti ini merupakan bagian dari semangat TMMD yang terus dijaga selama pelaksanaan program.
“Kebersamaan ini mencerminkan semangat TMMD yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Suasana penuh kekeluargaan dan canda tawa menjadi penyemangat bagi anggota Satgas maupun masyarakat untuk kembali melanjutkan pekerjaan pembangunan RTLH agar selesai sesuai target,” ujarnya.
Usai menikmati makan siang, para prajurit kembali memanggul peralatan dan melanjutkan pekerjaan bersama warga. Semangat gotong royong yang terbangun sejak pagi seolah semakin kuat setelah mereka berbagi hidangan dalam satu meja dan satu rasa kebersamaan.
Bagi masyarakat Talang Jambe, kehadiran Satgas TMMD tidak hanya membawa perubahan pada bangunan yang sedang diperbaiki, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai kepedulian, persaudaraan, dan kebersamaan yang akan terus dikenang.
Di rumah sederhana milik Ibu Suwarni, sepiring nasi siang itu menjadi simbol bahwa pembangunan sejati tidak hanya berdiri di atas bata dan semen, tetapi juga bertumpu pada hati yang saling peduli. Ketika prajurit dan rakyat berbagi hidangan, saat itulah kebersamaan menjadi fondasi paling kuat untuk membangun negeri. (Bro Adi)












