PALEMBANG – Di balik hiruk pikuk pekerjaan fisik Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0418/Palembang, tersimpan harapan besar dari warga Kelurahan Talang Betutu, Kecamatan Sukarami. Harapan itu mengalir bersama proses pengeboran sumur yang terus dikebut demi menghadirkan air bersih bagi masyarakat.
Memasuki hari keenam pelaksanaan TMMD, awak media berkesempatan meninjau langsung progres pembangunan di lapangan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengerjaan sumur bor Sasaran 12 yang berlokasi di lingkungan Mushola Hidayatullah, RT 14 RW 05, Kelurahan Talang Betutu.
Proses pengeboran menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Setelah sehari sebelumnya mencapai kedalaman sekitar enam meter, kini mata bor telah menembus kedalaman 33 meter dan terus dikerjakan hingga mencapai titik sumber air yang layak digunakan.
Bagi jamaah Mushola Hidayatullah, sumur bor ini bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan jawaban atas kebutuhan yang telah lama mereka rasakan.
Farida Susilawati, pengurus Mushola Hidayatullah yang juga pensiunan apoteker puskesmas, menuturkan selama ini kebutuhan air bersih untuk berwudhu dan kegiatan ibadah sangat bergantung pada air yang dibeli dari luar.
“Selama ini air bersih kami beli kalau tidak hujan. Kalau hujan kami pakai air sumur, itu pun terbatas. Tapi kebanyakan tetap beli untuk kebutuhan air wudhu jamaah,” ujarnya.
Menurut Farida, dalam kondisi normal pihak mushola harus membeli dua toren air setiap 15 hari. Dengan harga sekitar Rp85 ribu per toren, biaya yang dikeluarkan setiap bulan mencapai Rp340 ribu hingga Rp400 ribu. Pengeluaran tersebut bahkan meningkat saat kegiatan keagamaan, terutama pada bulan Ramadan.
“Kalau bulan Ramadan atau banyak kegiatan, kebutuhan air tentu lebih besar lagi,” katanya.
Mushola Hidayatullah yang berdiri sejak tahun 2016 selama ini terus melayani kebutuhan ibadah masyarakat sekitar meski harus menghadapi keterbatasan air bersih.
Rasa syukur pun tak dapat disembunyikan Farida ketika mengetahui musholanya menjadi salah satu sasaran pembangunan sumur bor dalam Program TMMD Ke-129.
“Alhamdulillah, kami terima kasih nian. Nanti kami dak perlu beli air lagi. Selain untuk mushola, air ini juga bisa dimanfaatkan warga sekitar,” ungkapnya dengan mata berbinar penuh haru.
Sementara itu, Komandan Kodim 0418/Palembang sekaligus Dansatgas TMMD Ke-129, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., menegaskan bahwa pembangunan sumur bor merupakan salah satu sasaran fisik yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, penyediaan air bersih, terutama untuk fasilitas ibadah, harus dikerjakan secara maksimal agar manfaatnya dapat segera dirasakan.
“Sasaran fisik berupa sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya di fasilitas ibadah, harus dikerjakan sebaik mungkin. Semakin cepat selesai, semakin cepat pula manfaatnya dirasakan warga. Apalagi di Mushola Hidayatullah RT 14 RW 05 Talang Betutu, air ini nantinya akan menjadi sarana pendukung ibadah sekaligus dimanfaatkan masyarakat sekitar,” ujar Kolonel Erik.
Di tengah deru mesin bor yang terus bekerja menembus lapisan tanah, terselip doa dan harapan dari warga. Mereka menantikan saat air bersih pertama kali memancar dari sumur tersebut—bukan hanya sebagai sumber kehidupan, tetapi juga sebagai simbol hadirnya kepedulian, gotong royong, dan pengabdian TNI yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (Bro Adi)












