Palembang – Di tengah riuh aktivitas para santri yang menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an di Rumah Tahfidz Al Fatihah, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, secercah harapan kini mulai terwujud. Bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan hadirnya sumber kehidupan yang selama ini dinantikan: sebuah sumur bor melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0418/Palembang.
Bagi ratusan santri yang setiap hari menimba ilmu agama, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar. Ketika pasokan air dari jaringan PDAM terhenti, aktivitas berwudhu hingga kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK) kerap terkendala. Kini, persoalan itu perlahan menemukan jalan keluar.
Kepala Rumah Tahfidz Al Fatihah, Ardian Mustaqim, S.Hum., mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan Kodim 0418/Palembang. Menurutnya, pembangunan sumur bor menjadi jawaban atas kebutuhan air bersih bagi hampir 400 santri yang saat ini menempuh pendidikan di rumah tahfidz tersebut.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur Rumah Tahfidz mendapat bantuan sumur bor dari Kodim 0418/Palembang. Ini sangat bermanfaat karena jumlah santri kami sudah hampir 400 orang dan terus bertambah. Selama ini memang sudah ada air PDAM, tetapi ketika aliran air mati kami kesulitan, terutama untuk kebutuhan wudhu,” ujar Ardian.
Ia menambahkan, selain pembangunan sumur bor, pihaknya juga mendapat kabar baik bahwa akan dibangun menara sekaligus dipasang toren penampungan air. Fasilitas tersebut diyakini akan semakin mengoptimalkan distribusi air untuk seluruh kebutuhan santri maupun para pengurus.
“Insya Allah nanti juga akan ada toren penampungan air. Ini tentu sangat membantu untuk kebutuhan wudhu, MCK, dan aktivitas sehari-hari di lingkungan rumah tahfidz,” katanya.
Lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan internal, Ardian berharap keberadaan sumur bor itu juga menjadi berkah bagi masyarakat sekitar. Lokasi Rumah Tahfidz Al Fatihah yang berada di tengah kawasan permukiman membuat fasilitas tersebut berpotensi dimanfaatkan secara lebih luas ketika diperlukan.
“Harapan kami, sumur bor ini bukan hanya bermanfaat bagi santri dan pengurus, tetapi juga bisa membantu masyarakat di sekitar rumah tahfidz apabila membutuhkan air bersih,” tuturnya.
Ardian menjelaskan, pengerjaan sumur bor telah dimulai bahkan sebelum pembukaan resmi TMMD Ke-129. Sejak tahap survei lokasi, Komandan Kodim 0418/Palembang yang juga menjabat Dansubsatgas TMMD, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., beberapa kali turun langsung meninjau perkembangan pekerjaan sebagai bentuk komitmen agar sasaran program berjalan sesuai rencana.
“Hari ini, Selasa (22/7), progres pembangunan sumur bor sudah hampir selesai. Saat ini sedang dikerjakan pembangunan tiang untuk toren air. Harapan kami pengerjaan bisa segera rampung sehingga air bersih dapat langsung dimanfaatkan oleh santri maupun warga sekitar,” ungkap Ardian.
Di sisi lain, Dansubsatgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, menegaskan bahwa setiap sasaran fisik dalam program TMMD harus diselesaikan sesuai target dengan tetap mengutamakan kualitas pekerjaan, keselamatan kerja, dan kesehatan personel di lapangan.
Ia juga mengingatkan seluruh anggota Satgas agar terus menjaga semangat gotong royong dan kebersamaan bersama masyarakat. Sebab, di balik pembangunan infrastruktur, TMMD juga mengemban misi membangun kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Ketika kelak air jernih mengalir dari sumur bor itu, yang hadir bukan hanya kemudahan bagi para santri untuk berwudhu sebelum melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an. Lebih dari itu, sumur tersebut akan menjadi simbol kepedulian, gotong royong, dan kolaborasi yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Sebuah bukti bahwa melalui TMMD, pembangunan bukan hanya membangun fasilitas, tetapi juga menumbuhkan harapan dan menguatkan ikatan antara TNI dengan rakyat. (Bro Adi)











