Palembang – Di balik pembangunan jalan, sumur bor, rehabilitasi rumah, hingga fasilitas umum yang dikerjakan melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0418/Palembang, tersimpan nilai yang jauh lebih besar dari sekadar pembangunan fisik. Program ini menjadi ruang bertemunya semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan kebersamaan antara TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam membangun wilayah.
Apresiasi itu disampaikan Camat Sukarami, Muhammad Fadly, S.STP., M.AP., yang mengaku bersyukur Kecamatan Sukarami dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan TMMD Ke-129. Menurutnya, berbagai sasaran fisik yang dikerjakan telah menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus membuka akses yang selama ini menjadi harapan warga.
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur dengan adanya TMMD Ke-129 di wilayah Kecamatan Sukarami. Program ini memperkuat pembangunan sarana dan prasarana, termasuk membuka akses jalan yang sebelumnya sulit dilalui. Kini jalan tersebut sudah terbangun sehingga memudahkan aktivitas masyarakat,” ujar Fadly saat ditemui di ruang kerjanya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kecamatan Sukarami bersama para lurah terus melakukan pemantauan terhadap seluruh rangkaian kegiatan TMMD, baik di Kelurahan Talang Jambe maupun Talang Betutu. Monitoring dilakukan agar seluruh program berjalan sesuai target dan manfaatnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat.
Menurut Fadly, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari jalan yang selesai dibangun atau fasilitas umum yang berdiri kokoh. Nilai penting lainnya justru terletak pada sasaran nonfisik yang memberikan edukasi dan memperkuat kualitas sumber daya manusia.
Berbagai penyuluhan mengenai pencegahan stunting, penyakit tidak menular, kesehatan masyarakat, wawasan kebangsaan, hingga kepedulian terhadap lingkungan dinilai mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menjalani kehidupan yang lebih sehat dan produktif.
“Kegiatan nonfisik berupa penyuluhan kepada warga, edukasi mengenai kesehatan dan sosial lingkungan sangat bermanfaat. Kami sangat bersyukur dengan adanya kegiatan nonfisik dari TMMD ini. Tentunya kehadiran TNI semakin dekat dengan masyarakat,” katanya.
Ia menilai, kedekatan antara TNI dan masyarakat merupakan modal sosial yang sangat berharga. Sinergi yang terbangun selama pelaksanaan TMMD diyakini mampu mempercepat pembangunan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap setiap hasil pembangunan yang telah diwujudkan.
Karena itu, Fadly mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga seluruh fasilitas yang telah dibangun melalui Program TMMD. Baginya, keberhasilan pembangunan tidak berhenti ketika pekerjaan selesai, melainkan ketika masyarakat mampu merawat dan memanfaatkannya secara berkelanjutan.
Dengan bahasa daerah yang akrab di telinga masyarakat Palembang, ia menyampaikan pesan sederhana namun penuh makna.
“Kito jago samo-samo, kito peliharo dan harus gotong royong untuk menjago apo yang sudah dibuat dalam program TMMD ini,” ujarnya.
Sementara itu, Komandan Kodim 0418/Palembang sekaligus Dansatgas TMMD Ke-129, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., menegaskan bahwa TMMD merupakan program terpadu yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pembangunan karakter dan kualitas masyarakat.
“TMMD tidak hanya membangun sasaran fisik, tetapi juga sasaran nonfisik dan berbagai aspek lain yang menjadi perhatian penting dalam program ini. Semangat gotong royong, kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta edukasi kepada masyarakat dari berbagai sektor menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pelaksanaan TMMD Ke-129,” tegas Erik.
Pelaksanaan TMMD Ke-129 di Kecamatan Sukarami pun menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari panjangnya jalan yang dibangun atau banyaknya fasilitas yang dihadirkan. Lebih dari itu, program ini meninggalkan warisan berupa semakin eratnya kemanunggalan TNI dan rakyat, meningkatnya kepedulian sosial, serta tumbuhnya semangat gotong royong yang akan terus menjadi fondasi pembangunan di tengah masyarakat. (Bro Adi)












