PALEMBANG – Sorak semangat dan atmosfer kompetisi mewarnai pembukaan Open Gubernur Cup Sambo dan Blind Sambo. Para atlet dari berbagai daerah datang membawa satu misi: tampil maksimal, menguji kemampuan, dan memburu prestasi di atas arena.
Namun, kejuaraan ini bukan sekadar tentang siapa yang keluar sebagai pemenang.
Di balik setiap pertarungan, tersimpan nilai sportivitas, keberanian, disiplin, serta pembentukan karakter. Setiap atlet dituntut untuk berani tampil, berani berkompetisi, sekaligus mampu menghormati lawan dan menerima hasil pertandingan.
“Pada hari ini kita membuka Open Gubernur Cup olahraga bela diri Sambo dan Blind Sambo. Di dalam olahraga bela diri ini tertanam nilai-nilai sportivitas dan character building,” ujar [nama pejabat] usai membuka kejuaraan.
Menurutnya, ukuran keberhasilan seorang atlet tidak semata-mata ditentukan oleh kemenangan. Keberanian untuk tampil dan menunjukkan kemampuan terbaik juga menjadi bagian penting dalam proses perjalanan seorang atlet.
“Ukurannya bukan hanya menang atau kalah. Yang penting adalah bagaimana mereka berani bermain, berani tampil, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Saya bangga dengan anak-anak Sumatera Selatan,” imbuhnya.
Di atas matras, setiap detik menjadi pertaruhan. Teknik, kekuatan, kecepatan, strategi, dan mental bertanding diuji. Namun, dari situlah karakter seorang atlet ditempa.
Menang memberikan kepercayaan diri. Kalah menjadi pengalaman. Keduanya sama-sama menjadi bagian dari proses panjang untuk menjadi atlet yang lebih baik.
Ketua Persambi Sumatera Selatan, Muhammad Ridho, mengatakan Open Gubernur Cup Sambo dan Blind Sambo kali ini diikuti peserta dari berbagai daerah.
“Pada hari ini adalah kegiatan Sambo dan Blind Sambo. Pesertanya berasal dari provinsi dan kabupaten/kota. Ada 13 provinsi dan enam kabupaten,” ujar Muhammad Ridho.
Menurutnya, kejuaraan tersebut menjadi bukti bahwa olahraga Sambo terus berkembang dan mulai mendapat perhatian dari berbagai daerah. Tidak hanya olahraga Sambo umum, ajang ini juga memberikan ruang bagi para penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan dan prestasi mereka melalui Blind Sambo.
“Olahraga untuk penyandang disabilitas juga merupakan hak. Jadi di event ini olahraga untuk semua,” tegasnya.
Kehadiran Blind Sambo menjadi salah satu pesan penting dalam kejuaraan tersebut. Arena olahraga tidak boleh menjadi ruang yang eksklusif, melainkan harus terbuka bagi siapa saja yang memiliki semangat, kemampuan, dan keinginan untuk berprestasi.
Di sisi lain, Muhammad Ridho menjelaskan, Sambo merupakan olahraga bela diri yang berasal dari Rusia. Olahraga ini memiliki karakteristik yang memadukan teknik bela diri dan gulat, sehingga membutuhkan kekuatan fisik, teknik, strategi, serta mental bertanding yang kuat.
Popularitas olahraga ini juga semakin dikenal masyarakat dunia melalui sejumlah atlet bela diri ternama. Salah satunya adalah Khabib Nurmagomedov, atlet Mixed Martial Arts (MMA) asal Rusia yang dikenal memiliki latar belakang Sambo.
“Ini olahraga bela diri dari Rusia. Salah satu ikon yang dikenal masyarakat adalah Khabib Nurmagomedov, atlet MMA yang juga memiliki latar belakang Sambo,” jelasnya.
Karena itu, ia mendorong agar olahraga Sambo tidak hanya berkembang di arena kejuaraan, tetapi juga diperkenalkan secara lebih luas sejak usia dini.
“Pesan saya kepada Persambi Sumatera Selatan, olahraga ini agar dimasukkan ke sekolah-sekolah dan juga dikembangkan ke desa-desa,” tegasnya.
Sekolah dan desa dinilai menjadi tempat strategis untuk menemukan bibit-bibit atlet potensial. Dengan pembinaan yang dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan, bukan tidak mungkin dari arena-arena sederhana di sekolah dan desa akan lahir atlet Sambo yang mampu bersaing di tingkat Sumatera Selatan, nasional, bahkan internasional.
Open Gubernur Cup Sambo dan Blind Sambo pun diharapkan menjadi lebih dari sekadar ajang perebutan medali. Kejuaraan ini menjadi panggung bagi para atlet untuk mengasah kemampuan, membangun mental bertanding, dan menanamkan nilai-nilai sportivitas.
Sebab, di setiap pertarungan, kemenangan bukan satu-satunya tujuan. Ada proses panjang, keberanian untuk tampil, dan semangat untuk terus berkembang yang menjadi bagian penting dari perjalanan seorang atlet menuju prestasi.
Di atas matras, para atlet bertarung untuk menjadi yang terbaik. Namun, jauh di balik perebutan medali, mereka sedang belajar tentang keberanian, disiplin, sportivitas, dan bagaimana bangkit setiap kali menghadapi kekalahan.
Karena pada akhirnya, seorang juara tidak hanya lahir dari kemenangan, tetapi juga dari proses panjang untuk berani tampil, berjuang, menghormati lawan, dan terus berkembang. (Bro Adi)






