Di Balik Warna Baru Rumah Ibu Sumilah, Ada Semangat TMMD yang Tak Pernah Pudar

PALEMBANG – Dinding rumah itu kini mulai dipenuhi warna baru. Aroma cat yang masih segar bercampur dengan canda ringan para prajurit dan warga yang bekerja bahu-membahu. Di balik setiap sapuan kuas pada rumah milik Ibu Sumilah di Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, tersimpan semangat kebersamaan yang menjadi napas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Memasuki hari ke-11 pelaksanaan TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ibu Sumilah telah memasuki tahap finishing. Pengecatan bagian luar rumah menjadi sentuhan akhir sebelum bangunan itu benar-benar siap dihuni dengan kondisi yang lebih layak, aman, dan nyaman.

Sebanyak tujuh personel TNI bersama dua warga setempat bekerja bergotong royong menyelesaikan proses pengecatan. Tidak ada pekerjaan yang dianggap ringan ataupun berat. Semua dikerjakan bersama, menghadirkan suasana kekeluargaan yang menjadi ciri khas pelaksanaan TMMD.

Di sela patroli memantau seluruh sasaran fisik, Babinsa Talang Jambe Serma Mulyadi Zaki bersama Sertu Bimbi menyempatkan diri singgah di rumah Ibu Sumilah. Keduanya tidak hanya memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai rencana, tetapi juga ikut memegang kuas dan mengecat dinding bersama anggota Satgas serta masyarakat.

Pemandangan itu menjadi gambaran nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran Babinsa bukan hanya sebagai pengawas di lapangan, melainkan bagian dari tenaga yang turut menyelesaikan setiap tahapan pembangunan.

Komandan Kodim 0418/Palembang selaku Dansatgas TMMD ke-129, Kolonel Arh Erik Novianto, mengatakan seluruh sasaran fisik terus dipercepat penyelesaiannya agar selesai tepat waktu tanpa mengurangi kualitas hasil pekerjaan.

“Memasuki tahap finishing, kami memastikan setiap detail pekerjaan diselesaikan secara maksimal. RTLH yang direhabilitasi bukan sekadar membangun rumah, tetapi menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak, sehat, dan nyaman bagi masyarakat. Karena itu, kualitas pekerjaan tetap menjadi prioritas hingga tahap akhir,” ujarnya.

Kolonel Erik menambahkan, keterlibatan Babinsa, personel Satgas, dan masyarakat dalam setiap proses pembangunan merupakan kekuatan utama TMMD yang selama ini terus dijaga.

“Semangat gotong royong adalah kekuatan utama TMMD. Ketika TNI dan masyarakat bekerja bersama, pembangunan tidak hanya menghasilkan bangunan yang lebih baik, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian. Kami berharap hasil program ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya.

Bagi Ibu Sumilah, perubahan rumahnya bukan hanya tentang tembok yang dicat atau bangunan yang diperbaiki. Di balik warna baru yang kini menghiasi rumahnya, tersimpan kepedulian, kerja sama, dan semangat TMMD yang terus hidup—membuktikan bahwa pembangunan terbaik selalu lahir dari kebersamaan. (Bro Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *