PALEMBANG — Pagi di Jalan Pertanian, RT 26 RW 25, Perumahan Sinar Rose Abadi, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Minggu, terasa berbeda. Suara sapu yang menyapu halaman, tawa ringan, dan obrolan hangat antara prajurit TNI dengan warga menjadi gambaran nyata semangat kebersamaan yang tumbuh dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang.
Tujuh personel Satgas TMMD bersama masyarakat bahu-membahu membersihkan Mushala Al-Maghfurin. Ada yang menyapu halaman, merapikan lingkungan sekitar, hingga menata kembali fasilitas ibadah agar lebih bersih, rapi, dan nyaman digunakan masyarakat.
Di tengah kesibukan menyelesaikan berbagai sasaran fisik TMMD, para prajurit tetap menyempatkan diri hadir dalam kegiatan sosial yang menyentuh langsung kehidupan warga. Kebersamaan itu menjadi bukti bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan infrastruktur, melainkan juga ruang untuk memperkuat ikatan sosial antara TNI dan masyarakat.
Saat ini, Satgas TMMD juga terus mempercepat rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ibu Suwarni di Jalan Pesantren Sultan Mahmud Badaruddin II, RT 20 RW 06, Kelurahan Talang Jambe. Namun di sela-sela pekerjaan tersebut, semangat gotong royong tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap aktivitas prajurit di lapangan.
Danki Satgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kapten Inf Pringgo BS, mengatakan nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan merupakan semangat yang terus dijaga selama pelaksanaan TMMD.
“Melalui kegiatan gotong royong ini, kami ingin menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan program TMMD sekaligus mempererat hubungan yang telah terjalin dengan baik,” ujarnya.
Bagi masyarakat Talang Jambe, kehadiran Satgas TMMD bukan hanya terlihat dari bangunan yang berdiri atau rumah yang direnovasi. Lebih dari itu, kehadiran para prajurit dirasakan melalui kebersamaan yang terjalin dalam setiap kegiatan. Dari sapu yang digerakkan bersama hingga senyum yang saling dibagikan, TMMD kembali membuktikan bahwa membangun desa tidak hanya soal fisik, tetapi juga tentang merawat semangat gotong royong yang menjadi jati diri bangsa. (Bro Adi)






