PALEMBANG – Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia meminta jajaran kader Golkar di Sumatera Selatan memperkuat kerja politik hingga ke tingkat masyarakat. Konsolidasi organisasi dinilai menjadi modal penting untuk meningkatkan perolehan kursi legislatif pada pemilu mendatang.
Pesan tersebut disampaikan Bahlil saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Sumatera Selatan di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, Minggu (2/8/2026).
Musda XI menjadi forum penting bagi Golkar Sumsel untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, merumuskan rekomendasi serta program kerja, sekaligus menentukan kepemimpinan DPD Partai Golkar Sumsel untuk periode berikutnya.
Pembukaan Musda turut dihadiri Gubernur Sumsel Herman Deru, Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang, Wakil Ketua DPR RI Kahar Muzakir, jajaran DPP Partai Golkar, kepala daerah, anggota DPR RI dan DPRD, pimpinan partai politik, organisasi pendiri dan yang didirikan Partai Golkar, serta kader dari berbagai kabupaten dan kota.
Di hadapan peserta Musda, Bahlil menyebut forum tersebut memiliki tiga agenda pokok. Pertama, mengevaluasi laporan pertanggungjawaban kepengurusan. Kedua, menyusun rekomendasi organisasi. Ketiga, memilih Ketua DPD Partai Golkar Sumsel.
“Musda ini memiliki tiga agenda utama, yakni mengevaluasi laporan pertanggungjawaban kepengurusan, menyusun rekomendasi organisasi, dan memilih Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Selatan,” ujar Bahlil.
Bahlil kemudian mengingatkan bahwa Golkar memiliki sejarah panjang sebagai kekuatan politik yang lahir dari semangat kekaryaan. Menurut dia, akar organisasi tersebut sejak awal dibangun dengan mengakomodasi berbagai kelompok profesi dan elemen masyarakat.
Karena itu, ia meminta karakter tersebut tetap dipertahankan. Kader Golkar, kata Bahlil, harus mampu memahami kebutuhan masyarakat dan menjadikannya sebagai dasar dalam menentukan arah perjuangan politik.
Sebagai bagian dari koalisi pemerintahan, Bahlil juga meminta Golkar Sumsel ikut memastikan program pemerintah berjalan optimal di daerah.
Ia menekankan anggota Fraksi Golkar di DPRD Sumsel maupun DPRD kabupaten/kota tidak cukup hanya menjalankan fungsi politik, tetapi harus mampu menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat.
“Fraksi Partai Golkar harus menjadi bagian dari solusi. Program pembangunan harus dikawal agar benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Target Tambah Kursi
Selain membahas konsolidasi, Bahlil mengungkapkan target politik Golkar setelah Rapimnas. Partai berlambang pohon beringin tersebut menargetkan peningkatan jumlah kursi legislatif pada pemilu mendatang.
Di Sumatera Selatan, perolehan kursi DPRD provinsi yang kini berada di kisaran 11–12 kursi diharapkan dapat bertambah. Target serupa juga diarahkan kepada jajaran Golkar di tingkat kabupaten dan kota.
Namun, Bahlil mengingatkan target politik tidak dapat dicapai hanya melalui konsolidasi internal. Kader harus kembali memperkuat interaksi dengan masyarakat.
“Kalau kita ingin Partai Golkar semakin besar dan menambah kursi, maka kita harus turun langsung mendengar keinginan rakyat. Aspirasi masyarakat harus diperjuangkan menjadi keputusan politik. Kalau itu tidak dilakukan, bukan tidak mungkin kita akan ditinggalkan rakyat,” tegasnya.
Bahlil juga menegaskan dukungan Golkar terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, kader di daerah perlu turut mengawal agenda pembangunan nasional agar dapat diterjemahkan secara optimal di tingkat daerah.
Dalam kapasitasnya sebagai Menteri ESDM, Bahlil turut membawa isu pengelolaan sumber daya alam ke dalam forum Musda. Ia menyoroti pentingnya pemerataan manfaat kekayaan alam bagi daerah yang menjadi lokasi produksi minyak, gas, maupun pertambangan.
Ia berharap masyarakat di wilayah penghasil tidak hanya menjadi penonton, tetapi mendapatkan manfaat nyata dari sumber daya alam yang tersedia di daerahnya.
“Sebagai anak daerah, saya ingin masyarakat di daerah penghasil juga merasakan manfaat dari sumber daya alam yang ada di wilayahnya. Prinsipnya adalah menghadirkan keadilan dalam pengelolaan sumber daya alam,” katanya.
Golkar Tak Hanya Bicara Politik
Pelaksana Tugas Ketua DPD Partai Golkar Sumsel Wihaji mengapresiasi seluruh kader yang tetap menjaga soliditas organisasi selama lebih dari satu tahun.
Menurutnya, roda organisasi tetap berjalan meskipun sebagian koordinasi dilakukan dari Jakarta. Kebersamaan kader menjadi salah satu faktor yang membuat aktivitas organisasi tetap berjalan.
Wihaji juga mengingatkan bahwa orientasi utama partai politik adalah mendapatkan kepercayaan rakyat melalui mekanisme demokrasi. Kepercayaan tersebut kemudian diwujudkan melalui kemenangan di lembaga legislatif maupun eksekutif.
Dalam kesempatan itu, Wihaji turut memperkenalkan seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya yang mendapatkan beasiswa penuh dari Partai Golkar Sumsel.
Mahasiswi tersebut berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai buruh, sedangkan ibunya merupakan asisten rumah tangga. Meski demikian, prestasi akademiknya tergolong tinggi dengan IPK mencapai 3,91.
“Ini bukti bahwa Partai Golkar tidak hanya berbicara politik, tetapi juga hadir membantu masyarakat melalui bidang pendidikan,” ujar Wihaji.
Herman Deru Apresiasi Kehadiran Bahlil
Gubernur Sumsel Herman Deru menyambut positif kehadiran Bahlil dalam pembukaan Musda XI Golkar Sumsel.
Menurut Herman Deru, kehadiran Bahlil yang datang dalam kapasitas sebagai Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri ESDM menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap Sumatera Selatan.
“Kehadiran Bapak Menteri sekaligus Ketua Umum Partai Golkar menunjukkan adanya perhatian yang besar terhadap Sumatera Selatan. Ini menjadi semangat bagi kita untuk terus membangun daerah dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Herman Deru.
Sementara itu, Ketua Panitia Musda XI DPD Partai Golkar Sumsel Rudi Apriadi mengatakan forum tersebut memiliki posisi strategis dalam menentukan arah organisasi untuk lima tahun mendatang.
Musda, lanjut Rudi, tidak hanya membahas program kerja, tetapi juga menjadi ruang demokrasi untuk memilih Ketua DPD Partai Golkar Sumsel sesuai AD/ART serta memperkuat soliditas kader menghadapi agenda pemilu dan pilkada.
Musda XI DPD Partai Golkar Sumsel berlangsung selama dua hari, 1–2 Agustus 2026. Pesertanya terdiri atas unsur DPP Partai Golkar, DPD Partai Golkar Sumsel, DPD kabupaten/kota, organisasi pendiri dan yang didirikan Partai Golkar, serta peserta lain sesuai ketentuan organisasi.
“Musda ini diharapkan dapat menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan organisasi sekaligus memperkuat semangat kemenangan Partai Golkar pada pemilu dan pilkada yang akan datang,” kata Rudi.
Ia menyampaikan apresiasi kepada DPP Partai Golkar, DPD Partai Golkar Sumsel, pemerintah daerah, TNI-Polri, serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan Musda.
Rudi berharap forum tersebut mampu melahirkan kepemimpinan dan keputusan strategis yang semakin memperkuat Golkar sebagai kekuatan politik yang tetap berorientasi pada kerja dan pelayanan bagi masyarakat, khususnya di Sumatera Selatan. (Bro Adi)






