PALEMBANG – Pembangunan infrastruktur tanpa penguatan karakter berisiko meninggalkan ruang kosong dalam kehidupan sosial masyarakat. Kesadaran itulah yang coba diisi Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang melalui kegiatan pemutaran film kebangsaan bersama Karang Taruna Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang.
Kegiatan yang berlangsung di Pos Komando Taktis (Poskotis) TMMD tersebut menjadi bagian dari sasaran nonfisik TMMD. Film digunakan sebagai medium untuk menyampaikan kembali nilai perjuangan, nasionalisme, persatuan dan semangat menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Bagi Satgas TMMD, pembangunan masyarakat tidak berhenti pada pengerjaan jalan, rehabilitasi rumah maupun pembangunan fasilitas umum. Ada dimensi lain yang harus dibangun bersamaan, yakni kesadaran sosial dan karakter generasi muda.
Dansatgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., menegaskan hal tersebut.
“TMMD bukan hanya tentang pembangunan jalan, rumah maupun fasilitas umum. Kami juga ingin membangun semangat kebersamaan, nasionalisme dan kepedulian sosial, khususnya di kalangan generasi muda,” ujarnya.
Pemutaran film kebangsaan juga diarahkan menjadi ruang interaksi. Peserta tidak sekadar menjadi penonton, tetapi diajak memahami relevansi nilai perjuangan dengan kehidupan masyarakat saat ini.
Erik mengatakan Karang Taruna mempunyai posisi strategis dalam membangun partisipasi pemuda. Organisasi kepemudaan di tingkat kelurahan tersebut dapat menjadi penggerak berbagai aktivitas sosial sekaligus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami berharap melalui kegiatan seperti ini, generasi muda semakin memahami nilai-nilai perjuangan dan kebangsaan. Pemuda harus menjadi bagian dari solusi dan ikut menjaga persatuan serta membangun lingkungan yang lebih baik,” katanya.
Di sisi lain, keterlibatan pemuda dalam TMMD memperlihatkan bahwa program tersebut tidak hanya menempatkan TNI sebagai pelaksana pembangunan, melainkan sebagai bagian dari ekosistem sosial bersama pemerintah daerah dan masyarakat.
Interaksi yang dibangun selama TMMD diharapkan menghasilkan manfaat yang lebih panjang daripada usia program. Gotong royong, kepedulian sosial dan rasa memiliki terhadap lingkungan menjadi modal sosial yang dapat diteruskan masyarakat setelah Satgas TMMD menyelesaikan tugasnya.
Semangat “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dan Desa” pun tidak berhenti pada pembangunan fisik. Semangat tersebut diterjemahkan melalui upaya menyatukan berbagai unsur masyarakat dalam membangun lingkungan sekaligus memperkokoh karakter kebangsaan generasi muda. (Bro Adi)






