PALEMBANG – Sejumlah warga bersama personel Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang tampak sibuk di sekitar Poskotis TMMD Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang. Bukan membangun jalan maupun memperbaiki rumah, kali ini mereka menyiapkan sebuah kegiatan yang akan mempertemukan warga dalam suasana berbeda: nonton bareng Film Kebangsaan.
Kesibukan terlihat dari penataan tempat hingga pengecekan perangkat pemutaran film. Area yang menjadi lokasi kegiatan dibersihkan dan ditata agar masyarakat dapat mengikuti acara dengan nyaman.
Karang Taruna Talang Jambe turut ambil bagian dalam persiapan tersebut. Anak-anak muda di lingkungan kelurahan itu berbaur dengan prajurit, mengerjakan berbagai kebutuhan secara bersama-sama.
Tidak ada sekat antara seragam loreng dan pakaian warga. Semangat gotong royong justru menjadi pengikat dalam persiapan kegiatan.
Bagi Satgas TMMD, suasana seperti inilah yang ingin terus dibangun selama program berlangsung. Kedekatan TNI dengan masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pekerjaan fisik, tetapi juga lewat kegiatan yang menyentuh kehidupan sosial dan pembentukan karakter.
Film Kebangsaan yang akan diputar nantinya diharapkan menjadi media untuk menyampaikan pesan tentang perjuangan, persatuan dan kecintaan kepada Indonesia secara lebih dekat kepada masyarakat.
Dansatgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., menuturkan bahwa kegiatan tersebut dirancang sebagai bagian dari program nonfisik TMMD.
“Kami ingin masyarakat bisa menikmati kegiatan ini dalam suasana penuh kebersamaan. Di sisi lain, ada pesan nasionalisme dan nilai perjuangan yang bisa dipetik dari film yang ditayangkan,” kata Kolonel Erik.
Ia menilai kegiatan bersama seperti nobar dapat membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara TNI dan masyarakat. Interaksi informal tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Keterlibatan Karang Taruna juga dinilai penting. Generasi muda merupakan salah satu kelompok yang perlu terus didekatkan dengan nilai kebangsaan di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus informasi.
Dari persiapan sederhana di Poskotis, terselip pesan yang lebih besar: pembangunan desa membutuhkan kebersamaan. Ketika prajurit, pemuda dan masyarakat duduk dalam satu ruang, semangat persatuan tidak hanya dibicarakan, tetapi dipraktikkan melalui gotong royong. (Bro Adi)






