Palembang – Suara kok yang melesat, langkah kaki yang bergerak cepat, dan semangat bertanding mewarnai Kebun Gede Hall Palembang, Selasa (4/8/2026). Di tempat itu, ratusan atlet bulutangkis Sumatera Selatan memulai perjuangan dalam Gubernur Sumsel Cup Bulutangkis 2026.
Sebanyak 318 atlet dari 39 klub datang membawa ambisi masing-masing. Ada yang mengejar kemenangan, ada pula yang sedang mencari pengalaman. Namun, semuanya bertemu dalam satu tujuan: menguji kemampuan sekaligus membuka jalan menuju prestasi yang lebih tinggi.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru yang membuka kejuaraan tersebut melihat kompetisi ini lebih jauh dari sekadar pertandingan di atas lapangan.
Baginya, setiap atlet muda yang tampil merupakan bagian dari proses panjang regenerasi olahraga Sumatera Selatan.
“Rekrutmen atlet usia dini harus terus dilakukan,” ujar Herman Deru.
Ia mengatakan bulutangkis merupakan olahraga yang telah melekat kuat dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, semangat olahraga harus dibangun secara natural dan tidak selalu dibungkus dengan suasana formal.
“Kita tidak membuat acara ini secara formal karena bulutangkis adalah olahraga rakyat,” katanya.
Di balik pertandingan yang berlangsung, ada pekerjaan besar yang harus dilakukan setelah kompetisi berakhir, yakni memastikan atlet-atlet potensial mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan.
Herman Deru pun meminta Dispora kabupaten dan kota memperkuat sinergi dengan sekolah-sekolah bulutangkis. Menurutnya, proses pembinaan yang terarah menjadi kunci untuk melahirkan atlet yang mampu bersaing di level lebih tinggi.
“Para juara tidak lahir secara kebetulan, tetapi melalui proses pembinaan yang terarah. Saya yakin dari kejuaraan ini akan lahir juara-juara baru yang membanggakan Sumatera Selatan,” tegasnya.
Kepala Dispora Sumsel H. M. Alfajri Zabidi menambahkan, keikutsertaan sekitar 318 atlet dari 39 klub menunjukkan besarnya gairah masyarakat terhadap bulutangkis.
Dari Kebun Gede Hall, persaingan pun dimulai. Tetapi lebih dari sekadar siapa yang menang dan siapa yang kalah, kejuaraan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk menemukan nama-nama baru yang kelak diharapkan berdiri di podium, membawa nama Sumatera Selatan ke panggung nasional hingga internasional. (Bro Adi)









