Gotong Royong Jadi Jejak TMMD Ke-129 di Talang Jambe

Palembang – Pembangunan yang berlangsung melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0418/Palembang di Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, tidak semata meninggalkan perubahan pada wajah lingkungan. Di balik pengerjaan jalan, rumah warga, fasilitas umum, dan sarana air bersih, tumbuh pula kekuatan sosial berupa kebersamaan dan semangat gotong royong.

Selama program berlangsung, personel Satgas TMMD bersama pemerintah daerah, Polri dan masyarakat bahu-membahu menyelesaikan berbagai sasaran pembangunan. Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi ikut mengambil bagian dalam proses pengerjaan di lapangan.

Keterlibatan tersebut terlihat dalam berbagai kegiatan, mulai dari pembangunan dan perbaikan akses jalan, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan sumur bor, hingga pembenahan sejumlah fasilitas yang dibutuhkan masyarakat.

Bagi Satgas TMMD, keterlibatan warga menjadi bagian penting dari keberhasilan program. Sebab, pembangunan yang dikerjakan bersama akan menumbuhkan rasa memiliki sekaligus mendorong masyarakat untuk menjaga dan merawat hasil pembangunan setelah program berakhir.

Komandan Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan, pembangunan fisik memang menjadi salah satu sasaran utama TMMD. Namun, nilai yang tidak kalah penting adalah terbangunnya hubungan yang semakin erat antara TNI dan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan personel Satgas di tengah masyarakat selama pelaksanaan TMMD diharapkan mampu memperkuat budaya gotong royong yang selama ini menjadi salah satu kekuatan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan.

“Bangunan yang kami kerjakan akan memberikan manfaat dalam waktu yang panjang. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat terus tumbuh sehingga pembangunan dapat dilanjutkan secara bersama-sama,” ujarnya.

Selain menyasar pembangunan infrastruktur, TMMD Ke-129 juga diisi dengan berbagai kegiatan nonfisik. Masyarakat mendapatkan pembekalan dan penyuluhan yang berkaitan dengan kesehatan, wawasan kebangsaan, pertanian, hukum hingga pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan kapasitas warga, sehingga manfaat TMMD tidak berhenti pada perubahan sarana dan prasarana, tetapi turut menyentuh aspek peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Program TMMD juga mempertemukan berbagai unsur dalam satu ruang pengabdian. TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat bekerja dalam semangat yang sama, yakni mempercepat pembangunan sekaligus menjawab kebutuhan warga.

Di Talang Jambe, proses tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan tidak selalu harus dimaknai sebagai pekerjaan fisik. Ada komunikasi, kepedulian, kebersamaan dan kesediaan untuk turun tangan yang menjadi kekuatan dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik.

Karena itu, setelah program TMMD Ke-129 selesai, pekerjaan pembangunan diharapkan tidak berhenti. Hasil yang telah dibangun perlu dijaga, sementara semangat kebersamaan yang telah terbentuk diharapkan tetap hidup di tengah masyarakat.

Dengan demikian, jejak TMMD Ke-129 tidak hanya dapat dilihat dari infrastruktur yang berdiri dan fasilitas yang telah diperbaiki. Lebih jauh, program tersebut meninggalkan modal sosial berupa gotong royong dan kebersamaan yang dapat menjadi energi bagi masyarakat Talang Jambe untuk melanjutkan pembangunan secara mandiri dan berkelanjutan. (Bro Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *