Air Bersih Mengalir di Rumah Tahfidz Al-Fatihah, Sumur Bor TMMD 129 Hadirkan Manfaat bagi Santri dan Warga

Palembang – Aliran air bersih kini menjadi sumber kebahagiaan dan rasa syukur bagi keluarga besar Rumah Tahfidz Al-Fatihah. Setelah melalui proses pengeboran hingga kedalaman 120 meter, sumber air yang layak akhirnya ditemukan dan mulai mengalir untuk memenuhi kebutuhan para santri, pengurus, serta masyarakat di sekitar rumah tahfidz.
Pembangunan sumur bor tersebut merupakan salah satu sasaran fisik dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan di Rumah Tahfidz Al-Fatihah, Jalan Gotong Royong, Kompleks Perumahan Puri Sejahtera 9, RT 19/RW 05, Palembang.
Kepala Rumah Tahfidz Al-Fatihah, Ustadz Ardian Mustaqiim, S.Hum., mengungkapkan rasa syukurnya karena proses pembangunan sumur bor kini hampir seluruhnya rampung. Tandon air telah terpasang, sementara instalasi pipa bagian luar juga hampir selesai dan tinggal menyelesaikan sambungan untuk menyalurkan air ke dalam rumah tahfidz.
“Alhamdulillah, air bersih sudah mengalir. Sebelumnya sempat dikuras selama lima hari karena airnya keruh dan berbau sekitar seminggu lalu. Meski begitu, air tersebut tetap dimanfaatkan warga untuk menyiram tanaman,” ujar Ardian saat ditemui di Rumah Tahfidz Al-Fatihah, Sabtu (8/8/2026) sore.
Menurut Ardian, proses pengurasan dilakukan untuk memastikan kualitas air hingga benar-benar bersih dan tidak lagi berbau. Air keruh mulai menghilang setelah sekitar dua hari, namun proses pengurasan tetap dilanjutkan hingga lima hari.
“Alhamdulillah, sampai saat ini hampir semua sudah finish. Tandon air sudah terpasang, pipa luar juga sudah. Tinggal pipa untuk menyalurkan air ke dalam Rumah Tahfidz,” katanya.
Ardian menjelaskan, proses pencarian sumber air membutuhkan pengeboran cukup dalam. Sumber air yang dinilai layak baru ditemukan setelah pengeboran mencapai kedalaman sekitar 120 meter.
Bagi pengelola Rumah Tahfidz Al-Fatihah, keberadaan sumur bor tersebut bukan sekadar pembangunan sarana fisik. Lebih dari itu, fasilitas tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan dasar air bersih sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi aktivitas pendidikan keagamaan yang berlangsung di rumah tahfidz.
“Selama program TMMD ini berjalan sangat baik. Ini merupakan peluang untuk memberikan kebermanfaatan bagi Rumah Tahfidz dan masyarakat sekitar. Dampak positifnya cukup besar, baik bagi Rumah Tahfidz maupun masyarakat yang berada di sekitarnya,” tutur Ardian.
Ia berharap keberadaan sumur bor tersebut dapat semakin menunjang aktivitas para santri dan pengurus Rumah Tahfidz Al-Fatihah. Tidak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari, pembangunan fasilitas tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun kembali semangat gotong royong dan kepedulian bersama terhadap dunia pendidikan.
“Harapannya, dengan adanya sumur bor ini menjadi hal yang sangat bermanfaat bagi santri, pengurus dan segenap jajaran Rumah Tahfidz, serta warga sekitar. Semoga juga dapat membangun kembali semangat gotong royong dan kepedulian terhadap dunia pendidikan, serta terjalinnya semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat,” ujarnya.
Bagi para santri, mengalirnya air bersih bukan sekadar soal tersedianya air untuk kebutuhan sehari-hari. Kehadiran fasilitas tersebut turut menciptakan lingkungan belajar dan beraktivitas yang lebih nyaman serta mendukung kegiatan pendidikan Al-Qur’an.
Sementara itu, Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang Kolonel Arh. Erik Novianto, S.Sos., mengatakan pembangunan sumur bor merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses terhadap air bersih.
“Sasaran fisik berupa pembangunan sumur bor ini merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI terhadap kebutuhan air bersih masyarakat. Sebagaimana kita ketahui, air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat,” kata Erik.
Menurutnya, pembangunan dalam program TMMD tidak hanya berorientasi pada penyelesaian sasaran fisik semata. Setiap pembangunan diharapkan mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Selain memenuhi kebutuhan air bersih, pembangunan sumur bor tersebut juga menjadi sarana memperkuat semangat gotong royong serta memperkokoh kemanunggalan TNI dan rakyat.
“Ini sekaligus membangun semangat gotong royong serta kemanunggalan TNI dan rakyat,” ujar Erik.
Dengan hampir rampungnya pembangunan sumur bor, Rumah Tahfidz Al-Fatihah kini memiliki sumber air bersih yang diharapkan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. Air yang mengalir dari kedalaman bumi itu menjadi bagian dari ikhtiar TMMD dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Di tempat tersebut, pembangunan bukan hanya meninggalkan sarana fisik, tetapi juga menghadirkan harapan baru. Harapan akan lingkungan pendidikan yang lebih nyaman, masyarakat yang semakin peduli, serta hubungan TNI dan rakyat yang terus tumbuh melalui semangat kebersamaan dan gotong royong . (Bro Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *