Panen Sawi Jadi Bukti Program Ketahanan Pangan TMMD ke-129 Mulai Berbuah

SUMATERA SELATAN110 Dilihat

PALEMBANG – Program ketahanan pangan yang digulirkan Satgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang mulai menunjukkan hasil. Tanaman sawi yang dibudidayakan bersama masyarakat di wilayah sasaran TMMD kini memasuki masa panen.

Memasuki hari ke-24 pelaksanaan TMMD, personel Satgas bersama warga turun langsung memanen sawi yang sebelumnya dirawat dan dibudidayakan melalui program ketahanan pangan.

Panen dilakukan secara bersama-sama. Personel TNI dan masyarakat bahu-membahu mencabut serta mengumpulkan tanaman sawi yang telah tumbuh dengan baik dan siap dimanfaatkan.

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi aktivitas pertanian, tetapi juga bagian dari upaya mendorong masyarakat agar mampu melihat potensi lahan di sekitar tempat tinggal sebagai sumber pangan yang produktif.

Program ketahanan pangan dalam TMMD ke-129 diarahkan agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi turut terlibat sejak proses penanaman, perawatan hingga panen.

Melalui pola tersebut, Satgas TMMD berupaya menanamkan kesadaran bahwa ketahanan pangan dapat dibangun dari lingkungan terkecil, termasuk melalui pemanfaatan lahan yang tersedia di sekitar permukiman.

Panen sawi juga menjadi gambaran bahwa kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan dalam TMMD dapat memberikan hasil yang dapat dirasakan secara langsung.

Selain memenuhi kebutuhan pangan, kegiatan budidaya tanaman sayuran berpotensi dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat sehingga manfaatnya dapat terus berlanjut setelah program TMMD berakhir.

Kegiatan panen bersama ini sekaligus memperlihatkan kuatnya semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Interaksi yang terbangun selama proses budidaya hingga panen memperkuat nilai gotong royong yang menjadi salah satu fondasi pelaksanaan TMMD.

TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang pun tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui program yang menyentuh kebutuhan sehari-hari, termasuk ketahanan pangan. (Bro Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *