Bukan Sekadar Membangun, Satgas TMMD ke-129 Belajar dari Kehidupan Warga

SUMATERA SELATAN377 Dilihat

PALEMBANG – Pembangunan fisik menjadi salah satu wajah dari pelaksanaan TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang. Namun, bagi personel Satgas, ada hal lain yang tak kalah penting: pengalaman hidup bersama masyarakat yang meninggalkan kesan mendalam.

Selama hampir sebulan berada di tengah warga, prajurit tidak hanya mengerjakan sejumlah sasaran pembangunan. Mereka juga berbaur, makan bersama, berdiskusi, hingga bergotong royong dengan masyarakat.

Komandan Kompi (Danki) Satgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kapten Inf Pringgo Budi Santoso, mengatakan interaksi tersebut memberikan banyak pelajaran bagi para personel.

“Selama pelaksanaan TMMD ini banyak pengalaman yang kami dapat. Kami bekerja bersama masyarakat, tinggal bersama masyarakat, makan bersama, dan setiap hari berinteraksi dengan warga. Dari situ kami bisa merasakan bahwa masyarakat sangat terbuka dan memiliki semangat gotong royong yang luar biasa,” ujar Kapten Inf Pringgo.

Menurut dia, kedekatan antara prajurit dan warga menjadi kekuatan tersendiri dalam menyelesaikan berbagai sasaran TMMD. Batas antara personel Satgas dan masyarakat seolah mencair ketika pekerjaan dilakukan bersama.

Warga, kata Pringgo, tidak segan membantu ketika pekerjaan membutuhkan tenaga tambahan. Ada yang ikut mengangkat material, membersihkan lingkungan maupun membantu pekerjaan lainnya.

“Yang paling berkesan adalah kebersamaannya. Saat bekerja, tidak ada lagi sekat antara TNI dan masyarakat. Semua saling membantu. Ada yang membawa material, membersihkan lingkungan, membantu pekerjaan, bahkan sekadar memberikan semangat. Itu menjadi energi bagi kami,” katanya.

Bagi Kapten Pringgo, pengalaman tersebut juga menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak semata-mata diukur dari hasil pekerjaan yang selesai.

Melihat rumah warga menjadi lebih layak, fasilitas masyarakat mulai dapat digunakan, dan warga merasakan manfaat pembangunan menjadi kepuasan tersendiri bagi personel Satgas.

“Bagi kami, melihat masyarakat senang dengan adanya pembangunan menjadi kepuasan tersendiri. Ketika melihat rumah warga mulai berubah menjadi lebih layak atau fasilitas yang dibangun mulai bisa digunakan, rasa lelah setelah bekerja seharian seperti terbayarkan,” ungkapnya.

Berbagai tantangan selama pelaksanaan TMMD juga dilalui bersama. Kondisi cuaca, medan pekerjaan hingga target penyelesaian sasaran tidak menyurutkan semangat personel.

“Namanya tugas pasti ada tantangan. Tapi selama kita bekerja bersama dan saling mendukung, semuanya bisa dilalui. Yang penting bagaimana kita menjaga semangat sampai seluruh sasaran selesai,” ujarnya.

Menjelang penutupan TMMD ke-129 pada 13 Agustus 2026, Pringgo berharap seluruh hasil pembangunan yang dikerjakan bersama dapat dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“Kami berharap apa yang sudah kami kerjakan bersama masyarakat bisa dirawat. Karena pembangunan ini bukan hanya hasil kerja TNI, tetapi hasil kebersamaan TNI dan masyarakat,” tuturnya.

Baginya, berakhirnya TMMD bukan berarti berakhir pula cerita kebersamaan yang telah terbentuk.

“Mungkin nanti kami kembali ke satuan dan masyarakat kembali dengan aktivitas masing-masing. Tetapi kebersamaan selama TMMD ini akan menjadi kenangan bagi kami. Kami datang sebagai Satgas, tetapi selama di sini kami merasa seperti bagian dari keluarga masyarakat,” pungkasnya.

TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang pada akhirnya tidak hanya meninggalkan jalan, rumah, fasilitas umum maupun sarana lainnya. Di tengah pembangunan fisik tersebut, tumbuh pula pengalaman, gotong royong dan kedekatan yang memperkuat hubungan antara prajurit dan masyarakat. (Bro Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *