Kemarau Mulai Berdampak, Sekda Lampung Selatan Minta Kebutuhan Air Warga Diantisipasi dan Risiko Kebakaran Diwaspadai

LAMPUNG SELATAN13 Dilihat

Lampung Selatan – Musim kemarau mulai membawa dampak yang perlu diantisipasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan, terutama menyangkut ketersediaan air bersih bagi masyarakat dan meningkatnya potensi kebakaran.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, meminta seluruh jajaran perangkat daerah bergerak lebih awal menghadapi kondisi tersebut.

Arahan itu disampaikan Supriyanto dalam rapat mingguan Pemkab Lampung Selatan di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Senin (10/8/2026).

Supriyanto menekankan, kondisi kekeringan tidak boleh ditangani setelah dampaknya meluas. Kecamatan dan perangkat daerah terkait diminta memantau wilayah yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air sekaligus menyiapkan langkah penanganan sesuai kebutuhan di lapangan.

Selain persoalan air, kewaspadaan terhadap kebakaran juga menjadi perhatian. Kondisi lahan yang semakin kering, ditambah angin yang cukup kencang, dinilai dapat meningkatkan risiko kebakaran, baik di kawasan terbuka maupun lingkungan permukiman dan perkantoran.

Karena itu, para camat diminta memperkuat edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Salah satunya dengan menghindari pembakaran sampah secara sembarangan.

“Kalau tidak perlu dibakar, tidak perlu dibakar. Banyak sekali perkara ini, solusinya bagaimana sampah ini bisa dimanfaatkan kembali,” ujar Supriyanto.

Menurut Supriyanto, upaya antisipasi juga perlu dilakukan pada sektor pertanian. Menjaga kelembapan tanah menjadi salah satu langkah yang dapat membantu mempertahankan kondisi lahan agar tetap mendukung aktivitas pertanian selama musim kering.

Ia meminta camat bersama petugas penyuluh dan kelompok tani di wilayah masing-masing mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga kondisi tanah.

“Sesungguhnya kebutuhannya asal lembab saja mungkin sudah aman. Oleh karena itu bapak ibu camat semua, tolong lakukan langkah-langkahnya,” katanya.

Supriyanto juga meminta penyaluran air oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan skala kebutuhan masyarakat.

Keterbatasan jumlah armada membuat pelayanan distribusi air perlu diprioritaskan untuk kebutuhan yang bersifat mendesak dan menyangkut kepentingan umum. Namun, pelayanan tersebut tidak boleh mengurangi kesiapsiagaan Damkar dalam menjalankan fungsi utamanya sebagai unit pemadam kebakaran dan penyelamatan.

“Armada kita sangat terbatas. Upayakan dulu yang sifatnya umum. Jangan sampai ketika kita menangani kebutuhan masyarakat kekurangan air, memadamkan kebakaran nanti tidak bisa tertangani,” tegasnya.

Karena itu, Supriyanto memastikan jajaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan tetap dalam kondisi siaga untuk merespons apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran.

“Damkar harus posisi standby untuk mengantisipasi kebakaran,” pungkasnya.

Melalui rapat mingguan tersebut, Pemkab Lampung Selatan menegaskan pentingnya langkah antisipatif menghadapi dampak musim kemarau. Seluruh jajaran diminta bergerak sesuai kewenangan masing-masing agar kebutuhan masyarakat, khususnya air bersih, dapat ditangani tanpa mengesampingkan kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran. (*/Yutia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *