TMMD ke-129 Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Satgas Perkuat Ikatan TNI dan Rakyat

SUMATERA SELATAN219 Dilihat

PALEMBANG – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang menjadi ruang pengabdian sekaligus pembelajaran bagi prajurit. Di tengah pelaksanaan pembangunan fisik, interaksi intensif dengan masyarakat memperkuat semangat gotong royong dan kedekatan antara TNI dengan rakyat.

Komandan Kompi (Danki) Satgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kapten Inf Pringgo Budi Santoso, mengatakan pengalaman selama berada di tengah masyarakat memberikan pelajaran penting bagi personel Satgas.

Menurutnya, prajurit tidak hanya menjalankan tugas pembangunan, tetapi juga berusaha memahami kehidupan dan karakter masyarakat di wilayah sasaran.

“Selama pelaksanaan TMMD ini banyak pengalaman yang kami dapat. Kami bekerja bersama masyarakat, tinggal bersama masyarakat, makan bersama, dan setiap hari berinteraksi dengan warga. Dari situ kami bisa merasakan bahwa masyarakat sangat terbuka dan memiliki semangat gotong royong yang luar biasa,” ujar Pringgo.

Ia menilai partisipasi masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan berbagai sasaran TMMD. Keterlibatan warga terlihat dalam berbagai pekerjaan, mulai dari membantu membawa material hingga membersihkan lingkungan.

“Yang paling berkesan adalah kebersamaannya. Saat bekerja, tidak ada lagi sekat antara TNI dan masyarakat. Semua saling membantu. Ada yang membawa material, membersihkan lingkungan, membantu pekerjaan, bahkan sekadar memberikan semangat. Itu menjadi energi bagi kami,” katanya.

Bagi Pringgo, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan yang dilakukan melalui TMMD memiliki dimensi sosial yang kuat. Hasil pembangunan menjadi penting, tetapi proses kebersamaan selama pengerjaan juga menjadi bagian dari nilai pengabdian.

“Bagi kami, melihat masyarakat senang dengan adanya pembangunan menjadi kepuasan tersendiri. Ketika melihat rumah warga mulai berubah menjadi lebih layak atau fasilitas yang dibangun mulai bisa digunakan, rasa lelah setelah bekerja seharian seperti terbayarkan,” ungkapnya.

Pelaksanaan TMMD juga diwarnai sejumlah tantangan. Kondisi cuaca, medan dan target penyelesaian pekerjaan menjadi bagian yang harus disikapi dengan kesiapan dan kerja sama.

“Namanya tugas pasti ada tantangan. Tapi selama kita bekerja bersama dan saling mendukung, semuanya bisa dilalui. Yang penting bagaimana kita menjaga semangat sampai seluruh sasaran selesai,” ujarnya.

Menjelang penutupan TMMD ke-129 yang dijadwalkan pada 13 Agustus 2026, Pringgo berharap hasil pembangunan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Ia meminta warga turut menjaga fasilitas yang telah dibangun sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam waktu yang panjang.

“Kami berharap apa yang sudah kami kerjakan bersama masyarakat bisa dirawat. Karena pembangunan ini bukan hanya hasil kerja TNI, tetapi hasil kebersamaan TNI dan masyarakat,” tuturnya.

Pringgo juga mengakui bahwa kedekatan yang terbangun selama TMMD akan menjadi bagian dari pengalaman yang dikenang personel Satgas setelah kembali ke satuan.

“Mungkin nanti kami kembali ke satuan dan masyarakat kembali dengan aktivitas masing-masing. Tetapi kebersamaan selama TMMD ini akan menjadi kenangan bagi kami. Kami datang sebagai Satgas, tetapi selama di sini kami merasa seperti bagian dari keluarga masyarakat,” pungkasnya.

TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang dengan demikian tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik. Program tersebut juga menjadi sarana memperkuat komunikasi sosial, gotong royong dan kepercayaan yang menjadi fondasi hubungan TNI dan masyarakat. (Bro Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *