PALEMBANG – Sapuan cat pada dinding dan aktivitas membersihkan halaman menjadi pemandangan di sekitar Mushola Baitul Maghfurin. Bagi Satgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, pekerjaan tersebut bukan sekadar tahap akhir pembangunan, melainkan penanda bahwa program yang telah berjalan hampir sebulan itu segera mencapai penghujung.
Memasuki hari ke-27, personel Satgas masih berjibaku menyelesaikan pekerjaan fisik. Mushola Baitul Maghfurin menjadi salah satu sasaran yang mendapat sentuhan akhir.
Dinding mushola dicat kembali untuk menyempurnakan tampilan bangunan. Setelah itu, lingkungan sekitar dibersihkan dari berbagai sisa pekerjaan agar kawasan tempat ibadah menjadi lebih tertata.
Pekerjaan tersebut dilakukan dengan satu tujuan: memastikan bangunan yang telah dikerjakan melalui program TMMD benar-benar siap dimanfaatkan masyarakat.
Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erick Nopianto, S.Sos., mengatakan seluruh sasaran fisik terus dikejar penyelesaiannya.
“Memasuki hari ke-27, kami terus memastikan seluruh sasaran fisik dapat diselesaikan dengan baik. Untuk Mushola Baitul Maghfurin, saat ini dilakukan finishing pengecatan dinding sekaligus pembersihan lingkungan sekitar mushola,” ujarnya.
Bagi Satgas, pembangunan mushola juga memiliki makna yang lebih luas. Bangunan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk menjalankan kegiatan keagamaan sekaligus mempererat hubungan antarsesama warga.
“Kami berharap mushola ini nantinya dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama oleh masyarakat. Apa yang telah dibangun melalui TMMD ini merupakan bagian dari pengabdian TNI kepada masyarakat dan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat,” kata Kolonel Erick.
Kini, pekerjaan tinggal menyentuh bagian-bagian akhir. Setelah pengecatan dan pembersihan rampung, Mushola Baitul Maghfurin diharapkan dapat hadir sebagai salah satu hasil nyata TMMD yang manfaatnya terus dirasakan warga, bahkan setelah program tersebut ditutup. (Bro Adi)












