Sumur Bor Mushola Hidayatullah Segera Dimanfaatkan, Satgas TMMD Pastikan Fasilitas Air Siap Digunakan

SUMATERA SELATAN175 Dilihat

PALEMBANG – Kebutuhan air bersih menjadi salah satu persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Karena itu, rampungnya pembangunan sumur bor di Mushola Hidayatullah, RT 14, Lorong Bersama, Kelurahan Talang Betutu, menjadi kabar baik bagi warga sekitar.

Sumur bor yang merupakan Sasaran 12 Titik 4 TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang tersebut kini memasuki tahap akhir. Menjelang penutupan TMMD, Satgas melakukan pengecekan terhadap ketersediaan air, tower, dan tandon untuk memastikan seluruh fasilitas pendukung berfungsi dengan baik.

Pengecekan dilakukan sebagai bagian dari proses finishing sebelum fasilitas air tersebut dimanfaatkan masyarakat. Satgas tidak hanya memastikan pembangunan fisik selesai, tetapi juga memeriksa kesiapan sarana agar dapat digunakan secara optimal.

Keberadaan sumur bor di lingkungan Mushola Hidayatullah diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Selain mendukung aktivitas di mushola, sumber air tersebut juga diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat di lingkungan sekitar.

Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan seluruh sasaran TMMD yang telah dikerjakan terus diperiksa menjelang berakhirnya program.

“Menjelang penutupan, seluruh sasaran kita fokuskan pada finishing dan pengecekan. Untuk sumur bor, kita pastikan air dan sarana pendukung seperti tower serta tandon dapat berfungsi dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, pengecekan menjadi bagian penting agar hasil pembangunan yang diserahkan kepada masyarakat benar-benar dalam kondisi siap dimanfaatkan.

Pembangunan sumur bor tersebut merupakan bagian dari upaya Satgas TMMD menghadirkan fasilitas yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat. Selama proses pengerjaan, personel terus melakukan tahapan pekerjaan hingga pemeriksaan akhir.

Dengan penutupan TMMD ke-129 yang dijadwalkan pada 13 Agustus 2026, Satgas berharap fasilitas yang telah dibangun dapat dijaga dan dirawat bersama oleh masyarakat.

Bagi warga, sumur bor tersebut bukan sekadar hasil pembangunan fisik. Ketersediaan air merupakan kebutuhan dasar yang digunakan setiap hari dan diharapkan mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang. (Bro Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *