750 Meter yang Mengubah Wajah Talang Jambe: Jalan Rawa Jaya Kini Lebih Kokoh

SUMATERA SELATAN182 Dilihat

PALEMBANG – Kadang-kadang, perubahan besar bagi sebuah kampung dimulai dari sesuatu yang terlihat sederhana: sebuah jalan.

Itulah yang kini terjadi di Jalan Rawa Jaya, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang.

Sepanjang sekitar 750 meter, jalan yang sebelumnya berupa tanah liat dan sulit dilalui ketika hujan kini berubah menjadi akses yang lebih kokoh. Perubahan itu bukan hanya mengubah permukaan jalan, tetapi juga membuka kembali ruang gerak warga yang selama bertahun-tahun dibatasi kondisi akses.

Dulu, hujan menjadi ujian.

Genangan muncul di sejumlah titik. Tanah berubah menjadi lumpur. Sepeda motor kesulitan melintas, sementara kendaraan roda empat harus ekstra hati-hati.

Bagi warga, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas sehari-hari.

Jalan Rawa Jaya menjadi penghubung sejumlah RT, permukiman masyarakat, kawasan aktivitas ekonomi, serta Pondok Pesantren Minhajul Aulia. Artinya, setiap persoalan di jalan tersebut ikut berpengaruh terhadap mobilitas masyarakat.

Kini, perlahan situasinya berbeda.

Melalui TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang tahun 2026, Jalan Rawa Jaya menjadi salah satu sasaran fisik yang mendapat perhatian. Satgas TMMD bersama masyarakat bergotong royong memperkuat akses tersebut.

Cerucuk dipasang pada sisi kiri dan kanan bahu jalan. Material agregat kemudian digelar dan diratakan. Alat berat bekerja memadatkan permukaan sehingga badan jalan menjadi lebih kokoh.

Pembangunan itu bukan sekadar mempercantik wajah jalan.

Ada aktivitas masyarakat yang ingin kembali bergerak lebih leluasa di baliknya.

Ada kendaraan yang kini lebih mudah keluar-masuk permukiman. Ada akses santri dan pengelola pesantren yang menjadi lebih nyaman. Ada pula peluang bagi kegiatan ekonomi masyarakat untuk berkembang karena hambatan transportasi berkurang.

Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan manfaat jangka panjang menjadi salah satu perhatian dalam pembangunan Jalan Rawa Jaya.

“Jalan ini kita kerjakan bukan hanya agar bisa dilalui, tetapi bagaimana hasilnya dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang. Kami berharap akses ini bisa memudahkan aktivitas masyarakat, baik menuju permukiman, pesantren maupun pusat kegiatan ekonomi,” ujarnya.

Menurut Erik, keberhasilan TMMD juga tidak bisa dilepaskan dari peran masyarakat.

“Semangat gotong royong antara Satgas dan masyarakat menjadi kekuatan utama. Inilah salah satu wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam TMMD,” katanya.

Bagi Buya Dr. Abdul Malik Syafei, S.H.I., M.H., perubahan itu merupakan jawaban atas persoalan yang telah lama dirasakan.

Pengelola Pondok Pesantren Minhajul Aulia tersebut masih mengingat kondisi Jalan Rawa Jaya sebelum diperbaiki.

“Jalan ini kondisinya sangat sulit dilalui kendaraan, terutama jika musim penghujan. Sepeda motor saja tidak bisa jalan karena tanah liat dan sering becek, bahkan tergenang air kalau hujan,” ujarnya.

Kiai Malik mengatakan, keinginan memperbaiki jalan tersebut telah beberapa kali disampaikan. Harapan itu kemudian mendapat titik terang setelah dirinya bertemu Wali Kota Palembang Drs. H. Ratu Dewa, M.Si., pada 2025.

“Beliau memberikan angin segar dengan memasukkan jalan ini menjadi sasaran fisik TMMD ke-129 Kodim 0418 tahun 2026,” katanya.

Kini, Jalan Rawa Jaya memasuki babak baru.

Bagi masyarakat Talang Jambe, jalan tersebut bukan hanya hamparan material yang dipadatkan.

Ia adalah jalur menuju rumah, pesantren, tempat bekerja dan pusat aktivitas ekonomi.

Sebab, sebuah jalan yang baik tidak hanya membuat kendaraan lebih mudah bergerak.

Ia juga membuat kehidupan di sekitarnya ikut bergerak.

Dan di Jalan Rawa Jaya, 750 meter jalan yang dahulu akrab dengan lumpur kini menjadi jalan yang membawa harapan baru bagi warga Talang Jambe. (Bro Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *