Dari Kubangan Lumpur Menjadi Jalan Harapan, Wajah Baru Jalan Rawa Jaya Talang Jambe

SUMATERA SELATAN254 Dilihat

PALEMBANG – Bagi warga di sepanjang Jalan Rawa Jaya, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang, hujan dulu selalu datang bersama kecemasan.

Bukan karena air hujan, melainkan karena jalan tanah liat sepanjang sekitar 750 meter itu hampir pasti berubah menjadi kubangan lumpur. Roda sepeda motor kerap kehilangan pijakan. Kendaraan roda empat pun harus berjalan perlahan, mencari bagian jalan yang masih cukup keras untuk dilalui.

Bertahun-tahun kondisi itu menjadi bagian dari keseharian warga.

Jalan Rawa Jaya bukan sekadar jalur penghubung antarpermukiman. Akses ini juga menghubungkan sejumlah RT, kawasan aktivitas warga, hingga Pondok Pesantren Minhajul Aulia. Ketika jalan sulit dilalui, aktivitas masyarakat ikut tersendat.

Bagi santri dan pengelola pesantren, persoalannya bahkan lebih terasa. Mobilitas menuju kawasan pendidikan keagamaan itu menjadi tidak mudah ketika hujan turun. Kendaraan pengangkut material pembangunan pun harus berhadapan dengan jalan yang licin dan berlumpur.

Kini, pemandangan itu perlahan berubah.

Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang tahun 2026, Jalan Rawa Jaya menjadi salah satu sasaran pembangunan fisik. Prajurit TNI bersama masyarakat bergotong royong membangun akses yang selama bertahun-tahun dinanti warga.

Pekerjaan dilakukan secara bertahap. Cerucuk dipasang di sisi kiri dan kanan bahu jalan untuk memperkuat struktur badan jalan sekaligus membantu mengurangi risiko bahu jalan tergerus air.

Material agregat kemudian digelar untuk memperkeras permukaan. Alat berat digunakan untuk meratakan dan memadatkan badan jalan sehingga akses menjadi lebih kokoh.

Sedikit demi sedikit, wajah Jalan Rawa Jaya berubah.

Jalan yang dahulu identik dengan lumpur kini menjadi akses yang lebih nyaman bagi kendaraan roda dua maupun roda empat.

Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan pembangunan jalan tersebut tidak semata-mata mengejar perubahan fisik, tetapi juga manfaat yang bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

“Jalan ini kita kerjakan bukan hanya agar bisa dilalui, tetapi bagaimana hasilnya dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang. Kami berharap akses ini bisa memudahkan aktivitas masyarakat, baik menuju permukiman, pesantren maupun pusat kegiatan ekonomi,” ujarnya.

Menurut Erik, pembangunan infrastruktur juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan antara TNI dan masyarakat.

“Semangat gotong royong antara Satgas dan masyarakat menjadi kekuatan utama. Inilah salah satu wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam TMMD,” katanya.

Perubahan Jalan Rawa Jaya turut dirasakan Buya Dr. Abdul Malik Syafei, S.H.I., M.H., pengelola Pondok Pesantren Minhajul Aulia.

Ia masih mengingat betul kondisi jalan sebelum diperbaiki.

“Jalan ini kondisinya sangat sulit dilalui kendaraan, terutama jika musim penghujan. Sepeda motor saja tidak bisa jalan karena tanah liat dan sering becek, bahkan tergenang air kalau hujan,” ujar Kiai Malik saat ditemui wartawan Inisiator.id di Gazebo Pondok Pesantren Minhajul Aulia.

Menurutnya, perbaikan jalan tersebut merupakan jawaban atas harapan yang sudah lama disampaikan masyarakat. Usulan itu bukan muncul secara tiba-tiba, melainkan telah beberapa kali diperjuangkan.

Titik terang datang ketika dirinya bertemu Wali Kota Palembang Drs. H. Ratu Dewa, M.Si., pada 2025.

“Beliau memberikan angin segar dengan memasukkan jalan ini menjadi sasaran fisik TMMD ke-129 Kodim 0418 tahun 2026,” katanya.

Kini, warga tidak lagi hanya melihat Jalan Rawa Jaya sebagai jalan tanah yang harus ditaklukkan setiap kali hujan turun.

Ada akses yang lebih mudah menuju rumah.

Ada perjalanan yang lebih nyaman menuju pesantren.

Ada jalur yang membuka pergerakan aktivitas ekonomi masyarakat.

Setelah bertahun-tahun menunggu, harapan itu akhirnya menemukan bentuknya.

Bukan lagi sekadar usulan.

Bukan lagi sekadar janji.

Harapan itu kini menjelma menjadi jalan yang bisa dilalui. (Bro Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *