PALEMBANG – Sebulan bukan waktu yang panjang untuk mengubah wajah sebuah wilayah. Namun, di Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, waktu yang terbatas itu diisi dengan kerja keras, kebersamaan, dan gotong royong.
Jalan yang sebelumnya sulit dilalui, rumah warga yang membutuhkan perbaikan, fasilitas ibadah, sarana air bersih hingga berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat menjadi bagian dari perjalanan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418 Palembang.
Kini, seluruh rangkaian itu resmi berakhir.
Upacara penutupan TMMD ke-129 digelar di Lapangan Sepak Bola Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, Kamis (13/8/2026). Penutupan dipimpin Kepala Staf Kodam (Kasdam) II/Sriwijaya Brigjen TNI Iwan Ma’ruf Zainuddin, S.E., M.M., sekaligus menandai berakhirnya pelaksanaan seluruh program TMMD di wilayah tersebut.
Bagi Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-129 Kodim 0418 Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., selesainya program sesuai jadwal bukan sekadar capaian administratif. Ada rasa lega, syukur, sekaligus kebanggaan setelah melihat seluruh personel Satgas bersama masyarakat mampu menuntaskan sasaran yang telah dipercayakan Komando Atas.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan dan sasaran TMMD ke-129 yang telah diberikan oleh Komando Atas dapat kami laksanakan dan diselesaikan tepat waktu. Kami merasa senang dan bangga karena seluruh personel Satgas bersama masyarakat telah bekerja keras sehingga program ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Kolonel Arh Erik Novianto.
Di balik rampungnya seluruh sasaran tersebut, terdapat kerja bersama yang tidak selalu terlihat dari panggung upacara penutupan. Personel TNI, pemerintah daerah, kepolisian dan masyarakat setiap hari bahu-membahu mengerjakan berbagai sasaran yang telah ditetapkan.
Menurut Erik, semangat gotong royong menjadi salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan TMMD ke-129.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama dan gotong royong antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat. Kami berharap seluruh hasil pembangunan yang telah dikerjakan dapat memberikan manfaat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Selama pelaksanaan TMMD, pembangunan fisik berjalan beriringan dengan kegiatan nonfisik. Infrastruktur dibenahi, fasilitas warga diperbaiki, sementara masyarakat juga mendapatkan berbagai kegiatan penyuluhan dan pemberdayaan.
Semua itu bermuara pada satu tujuan: menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat, bahkan setelah personel Satgas meninggalkan lokasi sasaran.
Karena itu, bagi Dansatgas, penutupan TMMD bukan berarti berakhirnya hubungan yang telah terbangun antara TNI dan masyarakat. Justru, berakhirnya program menjadi awal bagi masyarakat untuk menjaga dan memanfaatkan hasil pembangunan yang telah dikerjakan bersama.
“Harapan kami, apa yang sudah dibangun bersama ini dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat,” ujarnya.
Penutupan TMMD ke-129 turut dihadiri unsur Forkopimda, jajaran TNI-Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga Kelurahan Talang Jambe dan sekitarnya.
Di tengah suasana penutupan, satu hal menjadi pesan penting: pembangunan bukan hanya tentang jalan, bangunan, atau fasilitas yang selesai dikerjakan. Lebih dari itu, pembangunan juga tentang tumbuhnya kepedulian dan kebersamaan.
TMMD ke-129 Kodim 0418 Palembang boleh saja berakhir secara resmi. Namun, semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat yang tumbuh selama program berlangsung diharapkan tetap hidup dan menjadi kekuatan bagi masyarakat dalam melanjutkan pembangunan di wilayahnya.
Dengan seluruh sasaran fisik dan nonfisik yang telah dituntaskan tepat waktu, TMMD ke-129 meninggalkan lebih dari sekadar hasil pembangunan. Ia meninggalkan cerita tentang bagaimana TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dapat menyatukan langkah untuk menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat Palembang. (Bro Adi)






